Kak Lutfi Jangan Macarin Kak Vanessa!…
Kami belum juga saling bicara, kecuali satu kata dariku; “minum?..”
Kemudian beberapa menit kami masih terdiam, kubiarkan pandanganku lepas begitu saja menyapu lalu lalang manusia belanja. Sedang Ega masih saja menyerutup soft drink yang tadi kuatawarkan sambil sesekali mengipas-ngipas leher karena kegerahan.
Manusia-manusia sophahollic yang berseliweran sudah tak menarik lagi kulihat. Mataku berhenti di raut Ega yang berkeringat. Poninya sedikit acak dan basah lembab, bahkan menjadi semakin indah menghiasi dahi langsat bersih tanpa jerawat itu.
“Ga sekarang sudah sore, Kenapa kakak tiba-tiba di suruh nunggu kamu di sini? Dah pamit ke ortu belum? Kamu gak lagi ada masalah kan ?”
Ega cuma senyum, mengapa kalimat-kalimat dari mulutnya sekarang terkesan begitu mahal? tak seperti Ega Ayunda yang kukenal, cerewet, hiperaktif, tomboy, banyak polah, mirip bola bekel. Tapi sore ini dia sedikit mahal, diamnya terasa anggun, dengan senyum yang bikin aku mlongo.
Aku sodorkan laptop yang sudah dari tadi kupakai hotspotan salagi menanti dia datang, Kebiasaan Ega, walau cerewet, tapi kalau mau curhat pribadi, dia lebih suka menyampaikan secara tersirat. Kadang ijin mau main lillo, tapi ternyata dia menulis berlembar-lemabr curahan hati yang akhirnya membuatku tersenyum. Bersyukur memiliki bidadari Ega yang Tomboy tapi banyak malu.
Tapi kali ini, dia geleng kepala, Poninya mengibas. Tetap saja Ega Anggun sore ini.
“Kak, tau gak sih….”
Nyeeeer…kalimat Ega keluar, kubenar-benar menanti dia membuka suara, 10 menit Ega jadi pendiam bagiku adalah kehilangan yang amat sangat. Terlanjur dijadikan aku temapt curahan hati, tempat saling ejek dan mbanyol. Selalu tak ada yang beku diantara kami. Maka diamnya Ega, aku pikir inilah bencana.
“Kak, tau gak sih, Bi asih pacaran sama bang Mud, tukang ojek komplek rumahku.”
Aku cuma mematung konyol, merasa aneh, cuma diam sekian detik dan akhirnya, seperti biasa, aku cuma tersenyum kosong, tak ada makna. Atau bahkan terlalu mencampur antara berbagai kebingungan dan heran. Mendapati bidadari aneh yang gak bisa kuprotes akan tingkahnya, sulit dibikin dewasa.
“Jadi…Ega nyuruh kakak nunggu kamu di sini cuma buat denger kabar kalo bi Asih pacaran sama tukang ojek?”
“kak Lutfi marah?..”
aduh..makhluk imut di depanku ini mempecundangi aku. Selanjutnya, apalagi kalau gak berakhir dengan senyum kosongku. Aku jewer pelan hidungnya. Aah dia mulai kesakitan, mana urus kutakpeduli.
Ega menambat tanganku keras ke meja, keras sekali, otot tomboynya mengobati penantianku yang menunggu sosok Ega utuh dari tadi.
“iiih…kak Lufi gimana sih, sakit taoook?…”
Dia manyun, bete, cemberut….Ini dia, cemberut Ega yang mempesona, entah mengapa aku mendamba momen kecemberutannya melebihi momen seseorang menunggu gerhana bulan/matahari datang. Momen kecemberutan Ega lebih indah.
Pipinya Chubby, itu yang kutuntut dia untuk dipertahankan, dia hapal betul pesanku tiap habis telepon, supaya jangan kebanyakan diet, “kakak gak suka Ega kurus, ntar Ega kalo jarang makan Pipi Ega gak Chubby lagi..”
Aku spontan jadi ingat, Ega belum kupersilahkan makan, dia bukan tipe gadis tomboy udik yang polahnya pecicilan. Selagi belum ditawari, dia gak akan pernah minta.
“Ega belum makan kan?…”
Dia mengangguk. Kusodorkan Chicken nuget, kentang goreng dan cap cay pedas yang dari tadi sudah ada di atas meja. Aku suka melihat Ega makan kepedesan, aku suka dia berkeringat. Seperti tiap kulihat dia main futsal dengan Hendry di samping rumahnya.
“kak Lutfi jangan macarin kak Vanessa ya!, dia tu lebay, sok seksi, sok cantik, aku gak suka ma dia.”
“Kok Ega bisa nyangka kalo kakak mo macarin Vanessa?”
“Yee kak Hendry yang cerita kalo kemarin kak Venessa megang tangan kak Lutfi waktu di JITEC minggu lalu.”
Aku cuma tersenyum, melihat pesan keseriusan di mimik wajahnya, sambil kepedesan pula. Anggun dia.
Kuacak-acak rambutnya gemas.
“Iiih…lagi ngomong serius juga, kakak mah gitu sekarang. jahat banget sih?.”
“Lho jahat kenapa sayang?”
“Sejak kakak kenal sama Kak Vanessa, kakak berubah…masa kita ketemuan di sini aja harus ngobrolin yang penting-penting. Kakak kan dah janji mo slalau ada buat aku, mo slalu ngelindungi aku. Kakak kalo lagi jatuh cinta sama kak Vanessa gak asik lagi deh.. “
Aah…dasar Hendri, apa-apa tentang aku diomongin ke Ega, jadi miscominucation gini deh.
“Ga…kakak gak bakal macarain kak Vanessa kok, dia kan panitia di JITEC kemaren, dia yang masangin gelang buat tiket masuk ke seluruh peserta. Hendri juga dipegang tangannya pas mo dipasaning gelang sama Kak Vanessa.”
“Iya deh aku percaya, tapi janji ya, kak Lutfi gak boleh macarin kak Vanessa!..”
“Oke bozz!..”
“Sama kak Anika juga!”
“Iya..”
“kak Nane, Kak Rani, kak Shinta…pokoknya smua deh!…”
“Lho koq semua dilarang?…”
“Bodo…pokoknya kalo Kak lutfi pacaran, tampangnya berubah jadi mirip setan!”
“Ok kakak njomblo deh, tapi….”
“Tapi apa?…”
“kakak mo njomblo asal Ega ngabisin makanan kakak, deal?..”
“yeee punya kakak kan masih utuh, Ega dah kenyang kak, gak mau ah…habisin ndiri dunk…”
“yaudah kalo Ega gak mau nambah makan, kakak sekarang mo nelpon kak Vanessa trus nggombalin dia.”
“eh..eh..jangan-jangan, sini aku makan semua…”
Capcay pedes, kentang goreng dan nugetku diraihnya, tak luput HPku juga diembat. dia benar-benar butuh mengamankannya.
Senja semakin memerah saga. Ega kewalahan tapi tuntas menghabiskan makanan di atas meja, demi janjiku untuk tidak dekat dengan Vanessa. Tak sedetikpu aku melewatkan memandangi bidadari tomboy yang anggun ini.
“Dah kak, habis semua makanannya, kakak juga pegang janji kakak ya!.
“Ya udah Ega pulang sekarang, dah mo mahrib ni, ntar di marahin sama om dan tante lagi…”
“Ya enggak bakal deh aku dimarai..”
“Koq enggak?”
“Kan ntar kak Lutfi yang nganter aku pulang, wek!..”
“hah?..”
“Ega ke sini diantar pak Amir kan?”
“Pak Amir dah tak suruh balik ke rumah, aku pulangnya diantar kak Lutfi aja, kan papa percaya banget sama kakak, jadi aku gak bakal kena marah..hehe”
Ya ampun, ni anak, beda banget sama Hendry. Sambil pasang muka sinetron lagi…
“Yaudah kakak anter kamu pulang, tapi bersihin dulu pipi kamu yang belepotan itu.”
“Ni…”
Ega malah nyodorkan tissu ke aku
“Lho…koq?..”
“Iya…kakak dunk yang mbersihin pipiku!…”
lagi-lagi aku cuma pasarh, ngelap pipi langsat yang chubby, sampe kembali bening sperti semula, wajah indah tanpa jerawat.
“Ga, setau kakak, Hendry gak pernah ngajarin kamu manja kaya gini, malah dia yang bikin kamu jadi tomboy, ngajakin kamu mainan futsal segala.”
“iih..kakak ni…sekarang jadi sering protes deh, ni pasti gara-gara deket sama kak Vanessa, uuh dasar!.’
“Gak lah…kakak kan dah janji ma Ega, kakak gak mo deket sama Vanessa. Yaudah kakak antar pulang sekarang!.”
Tiba-tiba Ega bangkit ndorong dadaku sampai aku jatuh ke kursi, dengan tenaga tomboynya. Dia lari ke kasir. Kutinggal dia turun ke lantai 2.
Lalu…Dengan tergopoh-gopoh,Ega nyusul aku sambil mencak-mencak.
“Koq gak bilang sih kalo udah dibayarin semua, kan kalo makan bayarnya belakangan, kalo bayar duluan mana boleh, lagian tadi kan aku smua yang ngabisin makanan, mestinya aku yang bayar, koq kak Lutfi dah bayar duluan, Curang!”
“Ini bukan kak Vanessa lho yang ngajari.”
Ega jalan lebih cepet, sambil nggandeng tanganku, bahkan aku setengah berlari ngikuti langkahnya yang berjalan cepat sambil cemberut. aku suka momen seperti ini.
Cemberut tomboy yang anggun.
Audisi Idola Cilik 3
Yeeah… Tragedi akan terulang lagi, di mana aku dituduh sebagai Ustadz Pedofil,
bodo amat, Temenku si Peter Kohar bisa dapet duit jutaan gara-gara makan di KFC.
Konversi Pay Per Leadku melonjak tajam gara2 keyword Idola cilik. Sama gak masuk akal kan? Tapi ini semua realistis di dunia internet marketing.
Lanjut ngoongin Idola cilik, ada satu tips manjur sebelum kalian ( anak kalian ) ndaftar,
yaitu siapkan sad story paling berkesan.
itulah marketing paling Niche yang dipake untuk acara search talent.
Cara ini manjur dipake Cakka & Oik, seperti juga Kiki yang tembus di jawara 1.
gak percaya? Silahkan cek sendiri persyaratan anehnya di formulir ini
Untuk menguatkan, baca juga artikelku yang judulnya “Idola Cilik, Karena Pemirsa Juga Juri”
Ok, kadang aku kasih info yang sedikit kontroversial,
Tapi itulah Online marketing, kadang aku mendapat ribuan traffick pengunjung blog kiriman Google yang tak disangka2.
Setelah tarffick pengunjung ramai, tinggal tingkatkan konversi ( rasio penjualan ), maka duit pun mengalir.
Anda masih bingung?,
ah..semua itu masuk akal kalo tau prinsipnya:
Tips niche ada di ebook temen seperguruanku, Peter Kohar : ini ebooknya
ok, biar apdol, nie tak kasih jadwalnya, kebetulan pas istirahat siang di kantor kemaren aku mampir beli majalah Genie, ada jadwal audisinya:
YOGYAKARTA (6-7 Oktober 2009)
Jogja Expo Center (JEC), Jl Raya Janti, Yogyakarta
SURABAYA (13-14 Oktober 2009)
Gedung Balai Pemuda, Jl. Pemuda (sebelah Kantor Gubernur)
MEDAN (20-21 Oktober 2009)
Gedung PRSU Tapian Daya, Jl. Gatot Subroto no: 236 Medan
BANDUNG (27-28 Oktober 2009)
Gedung Setia Bintang Graha, Jl. Terusan Jalan Jakarta no: 140 Antapani, Bandung
JAKARTA ( 5-6 November 2009)
Gedung Wanita Patra Simpruk (Pertamina Simpruk) Jl. Sinabung II, Terusan Simpruk,
Jakarta Selatan
ok, kawan, jangan lupa ambil formulirnya, dan di print out sendiri:
Tausiyah Online 3: Bertanya dan Jawablah
Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang memberikan bekal keimanan kepada kita, yang mana keimanan itu merupakan jaminan kita untuk memasuki pintu surga Nya.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada nabi Agung kita, Nabi Muhhammad bin Abdullah, yang sudah pasti akan kita nantikan syafaatnya di hari kiamat kelak.
Ayuhal Blog Walker Rahimakumullah…
tausiyah ini merupakan edisi ke 3 dari 4 edisi yang kakak jadwalkan di bulan Ramadhan ini.
Dan kali ini kita bersama akan membahas tentang suatu sikap kecenderungan manusia untuk selalu bertanya kepada diri sendiri.
sebelum kakak lanjutkan, kakak mau tahu, pernah gak kalian bertanya kepada diri sendiri?…
hayooo pernah gak?…
awas kalo ngaku belum pernah, padahal beberapa detik lalu kalian sedang mbatin dan bertanya kepada diri sendiri.. hehe
ok gini dek..
pembahasan kita masih seputar kesehatan hati,
bertanyalah sebanyak-banyaknya dan jawablah dengan jawaban terbaik….
ex:
1.Kenapa aku gemuk,
2.kenapa kulitku item,
3.kenapa temen sebangku lebih tajir,
4.kenapa ortuku cerai,
5.Kenapa di tasik ada gempa dan di sini gak,
6.kenapa utangku banyak,
7.kenapa anak tetangga nakal banget
8.Kenapa tadi malem aku ditraktir orang,
9.kenapa aku ketinggalan berangkat ke Bandung..
dll…………..
Yup pertanyaan macam itu, pertanyaan yang seenggaknya nyenggol ke kehidupan kita.
sedang untuk jawabannya, Tentu semua merupakan hikmah yang Allah berikan untuk kebaikan kita.
ingat prinsipnya,
*kalo kita ngejar Ridho Allah, kita juga harus Ridho terhadap apa yang ditetapkan Allah kepada kita.
*Kalo kita mencintai Allah, kita juga harus cinta kepada tubuh kita yang diberikan oleh Allah apa adanya.
di samping kesempurnaan yang dimilik orang lain, bisa jadi mereka tidak bisa menikmati ketentraman hati yang kita miliki.
Mungkin bila kita (menganggap) ada yang kurang dengan diri kita, di situlah kita diingatkan, bahwa tempat kita meminta hanyalah kepada sang pencipta. tak ada yang lain lagi.
Dengan Allah memberikan bermacam-macam anugerah berbeda kepada tiap-tiap orang, kita semakin melihat anugerah ini tak ada yang sama.
Maka dari situlah kita sadar bahwa kita butuh meminta. Banyak meminta kepada Allah merupakan salah satu bentuk usaha mendekatakan diri ke pada Nya.
Karena dari situ kita benar-benar mengakui kekuasaan Nya.
Sedang merasa tak buituh lagi terhadap anugerah lain dari Allah, bisa menjerumuskan kita pada sifak munafik, yaitu tidak mengakui bahwa Allah maha Kaya.
Sebanyak apapun seluruh makhluk beribadah kepada Nya, tak akan menambah sedikitpun keseumpurnaan kerajaan Nya,
Sebanyak apapun seluruh makhluk meminta kepada Nya, tak akan mengurnagi sedikitpun dari kesempurnaan kerajaan Nya.
Dan marilah kita simpulakn bersama-sama hikmah dari semua ini, mengapa kita dan orang lain mendapat kehidupan dan anugerah yang berbeda-beda.
Supaya kita banyak mengambil hikmah, dan bila merasa mengharap kebutuhan lain, kita semakin mengakui kekuasaan Nya.
Semoga apa yang kakak sampaikan di sini bermanfaat bagi kalian semua, bila ada salah kata kakak mohon maaf,
wabil taufiq wal Hidayah,
Wassalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkatuh….
NB:
Tausiyah ini sifatnya bebas, silahkan proaktif untuk memberi nasehat balik bila ada kesalahan.
Salam Hangat
Lutfi Syarifudin
Tausiyah Online 2: Rich Heart -Poor Heart
assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..
Ayuhal Blog walker Rahimakumullah,…
maaf tausiyah edisi 2 kali ini datang telat, soalnya belakangan kakak fokus nuntasin kerjasama kontes SEO (Search Engine Optimation) untuk naklukin mbah google. Alhamdulillah, blog yang kakak garap masuk 15 besar urutan teratas di antara 32,900,000 situs kompetitor, amazing…tapi melelahkan, mohon doanya moga semakin beranjak naik..
untuk tausiyah edisi 2 kakak bawain tema Rich Dad, Poor Dad=> Rich Heart, Poor Heart aja..
kakak pake tema ini untuk disambungkan ke tindakan memonitor hati untuk dicek fleksibelitasnya di hadapan Allah SWT. Yaitu manakala kita sedang diberi cobaan, apakah kita sudah bisa bersabar, dan bila kita diberi rizki lebih, sudahkah kita bersyukur?
ada 2 statement yang kakak sendiri masih merenungkan, yaitu:
1.Sebaik-baik nikmat adalah ujian
2.rizki yang datang belum tentu nikmat, namun biosa jadi itu adalah cobaan.
Well, dari 2 kalimat itu kita pasti tahu arahnya ke mana kan?
yup,..betul sekali, arah dari kalimat itu menuju ke 2 kata: Sabar & Syukur.
Sabar & syukur punya peranan teramat penting pada 2 kondisi yang berkebalikan,
yaitu kondisi yang dialami orang2 miskin dan orang2 kaya.
menurut kalian, mendingan jadi orang kaya atau orang miskin?
jawabannya, tergantung gimana kondisi hati kita? kalo kita sulit jadi orang yang bersyukur & pelit, ya gak pantas diberi rizki oleh Allah, kalo Kita sulit untuk sabar, ya dia gak pantas dapet cobaan berat.
Padahal, cobaan itu gak akan pernah meleset dek,..
Allah sebagai sang Khalik (pencipta) jelas paham banget apa yang ditetapkan utnuk hamba Nya.
Dan Allah tak akan pernah salah,
rizki kita memang segitu, tak akan pernah diambil orang lain, karena memang sudah segitu yang ALlah tetapkan. kalaupun kita mendapat banyak barokah, ya karena ALlah sudah menetapkan untuk kita.
Tidak ada koq istilahnya, jatah rizki kita diembat orang lain, itu semua sudah ada di catatan lauhfil mahfudz.
Termasuk cobaan yang kita hadapi, memang segitu porsi yang ditetapkan oleh Allah, Dan ALlah tidak menambah2i selain kadar porsina yang ALlah sudah tetapkan bagi kita, kecuali kita sendiri yang merasa sok berat.
So, jadi gimanapun kondisi kita, berkecukupan / kekurangan, itu semua adalah yang terbaik bagi kita.
bila kita diberi kecukupan & kesehatan dibanding yang lain berarti kita Allah sedang menguji kita untuk dijadikan sebagi hamba yang bersyukur.
Kalo kita sedang mendapat musibah, itu artinya Allah sedang meninggikan derajat kita, karena cobaan itu datang tak akan melampaui kesanggupan hamba Nya. kalau cobaan itu kita rasa lebih verat dibanding yang dialami orang lain, itu artinya, derajat kita lebih tinggi dari orang lain.
Beginilah semestinya sikap seorang hamba, harus selalu memgang prinsip khusnundhon terhadap ketetapan Allah.
Yang kakak pesankan, Bila kita ingin mengharap Rindho dari Allah, maka kita harus lebih dulu ridho terhadap yang Dia tetapkan terhadap kita.
Mungkin ini dulu yang kakak sampaikan, bila ada kekurangan kakak mohon maaf, dan berharap sekali untuk diberi tausiyah balasan oleh kalian,
Jazakumullah, wa bil taufik wal hidayah..
wassalaamu alaikum wa rahmatulahi wa barkatuh
Salam Hangat
Lutfi Syarifudin
Tausiyah Online 1:Wanita keren.. Mulia dan Berharga
Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…
Ayuhal blog walker Rahimakumullah…
adek-adek yang seger walow lagi puasa,..
Tausiah kali ini kakak ambil tema tentang kewanitaan yah!
dalam agama islam pembahasan tentang wanita sangatlah luas dan spesifik, bahkan di toko buku kakak, buku fikih wania tebelnya nggak ketulungan, lebih tebel dari kamus enggres.
yah itulah pelajaran yang mestiya masih luas untuk kita pelajari…
Kita?…iya
termasuk kakak butuh mempelajari ilmu-ilmu kewanitaan.
kakak ingat jaman dulu pas kakak masih skul di asrama, di PM Assalaam Temanggung.
kakak diprotes sm temen cewek gara-gara kakak baca bukunya Dr.Aidh AL Qarni yang judulnya
“menjadi wanita paling bahagia”.
dia bilang gini;
R: “lut kamu tu cowok koq baca buku cewek, mo jadi wanjita paling bahagia?”
L: “yee..100% aq cow tulen,..justru itu, ntar istriku ya 100% cew tulen.. aq butuh ilmunya, biar gak kliru & gak salah pilih..”
R: LOL..&%^$#…….
pokoknya dulu gitulah… intinya kakak butuh belajar pelajaran kewanitaan dengan alasan yang sangat prinsipil..
jadi gini dek…
kakak mo tanya dijawab yg jujur ya! kalo gak jujur puasa kalian gak mutu…
pertanyaannya gini; PILIH MANA, MENDING JADI CEW MAHAL ATO MURAH?
jawabannya mending yg mahal kan?
awas kalo milih yg murah, tak lempar HP kalian…hehe
Ok, kakak awali dengan satu cerita nyata yg based on true story bgt..
suatu malem, agak malem bgt, kakak pulang ke rumah, samping kakak ada cew (sok ) cantik yg juga abiz bepergian, di deket kebon ada 3 cow nongkrong, ngrokok, tampang preman ( tp preman gak berwibawa dan kurang modal )..
tau ndiri apa yg mrk lakukan… apa lagi kalo gak nggoda si cew (sok ) cantik samping kakak itu.
mrk gak cuma nggoda, bahkan minta foto bareng…
tp mrk gak berhasil dpt apa2…krn si cew minta tolong ma kakak
( jane ada crita aroma super heronya, tp gak usah dicritain…he)
stlh preman2 gemblung gak berwibawa dan kurang odal itu pergi, dan si cew bs diselamatkan…
kakak tanya;
L:”kamu suka gak digangguin ma org2 itu?”
N:”Ya enggak lah?..ngapain sih tanya gituan..?”
L:”makanya bla..bla..bla….”
adek2,.. apa pendapat kalian ttg cew tsb?…
kalo kita ambil pelajarannya, jadi inget nasehatnya bang napi… kejahatan itu gk cm dtng dr niat pelakuanya, tp jg krn ada kesempatan.. berdoalah-berdoalah! ( eh wapadalah ding…)
so gini dek, jane kaum adam, termasuk preman gak wibawa dan gak modal td, mungkin gak da niat gangguin cew (tp niat gangguin nenek2…haha ya gak lah..).
tp krn ada cew sok seksi lewat ya… diembat aja…
lagian si cew tsb jg mau diganggu koq…
walaupun secara verbal dia ngakunya gak suka digangguin, tp dlm niatan dari penampilan, sikap dan make upnya bener2 MINTA….
dia menjajakan lekuk tubuh dan keseksiannya dgn gratis… (kasian suaminya kelak, dia dah jd org kesejuta yg menikmati keindahan istri model beginian… )
sebenarnya agama kita sudah mengajari untuk perlindungan seperti ini,
Allah sang pencipta, jelas tahu apapun kondisi makhluk Nya, dia juga gak akan pernah salah mengatur makhluk ciptaan Nya, termasuk perintah untuk menutup aurat…
ada hikmah2 terbaik yang bertujuan untuk menyayangi Hamba Nya,
Dia maha penyayang… tak akan rela Hamba Nya dihinakan.
tapi, kadang, wanita malah kurang bisa menghormati kemuliaannya sendiri dan bertindak diluar batas.
jangan kalian menghianati kasih sayang Nya…
bahkan ketika tidur pun kalian selalu dijaga, pada tiap tarikan nafas terjaga.
so, mulai detik ini, marilah kita kembali kepada Nya.
jangan hianati Dia, kita saling menasehati,
mungkin ini dulu yang bs kakak sampaikan…
semoga kita dipertemukan oleh Allah dalam kasih sayangnya…
Salam hangat
Lutfi Syarifudin…
NB: besok masih ada tausiyah lagi,
dan tausian ini sifatnya interaktif, kalian boleh aktif mengirim nasehat kepada sesama dan bebas ngomen saling emberi nasehat.
Cerpenku: Sorry, Aku Gak Puasa
“Pin soal no 8 dan 10 koq belum jadi?”
“Udah koq, dah tak kerjain semua, kamu tinggal njiplak aja susah amat?, buruan.. 2 menit lagi PR kita dicocokkan lho, pak Isa hampir datang.”
“Yang mana?”
“ Sini aku cariin,… Yaa ampuun Mahyaaaal kamu tu koq njiplak PR yang ini sih, kan ini PR matematika kemaren yang udah di nilai, tu PR yang ntar dikumpulin halaman sampingnya..”
“Aduh Pin, gimana dong..masa aku kudu dijemur lagi di lapangan gara-gara gak ngerjain PR?’
“Salah sendiri week!..”
“Gimana kalo aku beli aja buku tulis kamu ini, trus namamu tak ganti jadi namaku yah..yah..yah..! ”
“Anjrit lu..dah ditolongin, nyusahin lagi, sini bukunya!”
Sambil melotot Vinka nyambet buku tulis bersampul pink dengan gambar Oralndoo Bloom ngacungkan pedang kesayangannya.
“Hussh.. puasa-puasa gak boleh ngomong gak sopan!”
“Barin, daripada kamu, puasa-pusa nyusahin orang, lebih gak boleh taok…”
“Yee aku kan gak puasa.”
“Hah?”
Akhirnya,…detik-detik paling gak enak buat Mahyal itu tiba. Pak isa, guru matematika paling killer nongol dari pintu kelas.
“Aduh Pin, gimana ni..masih mending aku disilet-silet kayak Manohara daripada ketangkep gak ngerjain PRnya pak Isa.”
“Pasrah dan tawakal aja, biar musibah ini berbalik jadi pahala buat kamu, lagian hari ini kamu butuh banyak pahala buat nebus dosa-dosamu hari ini. Apalagi kamu gak puasa, kurang amal banget kan?”
“Pin, bilangin ke pak Isa, pak Isa ganteng deh!..”
“Hey-hey..tambah dosa tu, puasa-puasa ngrayu orang.”
“Kan aku dah bilang, aku gak puasa.”
“Masa apa-apa disambungin ke puasa? Gak boleh tu!”
“Selamat pagi anak-anak!”
“Pagi Paaak..!”
Salam dari pak Isa terdengar super angker di teling Mahyal.
“Aduh Pin mendadak aku mules dan mual deh..”
“Salah sendiri gak puasa..”
“Bukan soal itu, tapi…”
“Anak-anak, tolong buka buku paketnya halaman 24!”
Suara angker itu semakin membuat Mahyal mual-mual.
“Tolong kerjakan tugas di halaman itu dan kalo sudah dikumpulkan ke ketua kelas. Bapak hari ini ada rapat, jadi Cuma bias ngasih tugas saja.”
Seketika Mahyal ambruk di atas meja.
“Yal kamu mual beneran yah?”
Mahyal gak bangkit cuma melek sambil nyengir.
“hehe..Mendadak sembuh dunk…”
***
Tiba-tiba hari sudah siang, Mahyal dan Vinka sampai di jam terakhir di kelasnya. Sorry kalo maksa, cerita dua makhluk aneh itu terlalu gak pantas dikisahkan di media dan kepotong banyak sensor. Intinya mereka sampai di jam terakhir pokonya hehe…
Kali ini yang ngajar pak Fajar, konon pak fajar lahirnya emang pas saat-saat sahur bulan Ramadhan 30 tahun yang lalu. Dia gak pernah mengakui ultahnya di kalender masehi. Dia lebih suka mengenang tanggal lahirnya di bulan Ramadhan. So, tiap Ramadhan auara pak Fajar menyala-nyala dan sumrigah banget. Mahyal dan Vinka saking apalnya.
“Anak-anak, karena sekarang bulan Ramadhan, kita bikin agenda baru untuk jam terakhir kelas ini.”
“Agenda apa pak?” Tanya Rudi.
“Agenda pak Fajar ultah dunk!” Sambet Mahyal.
“Husssh!..”Vinka nyubit pinggang Mahyal sambil melotot.
“Auuw!..”
Byaaar…seisi kelas ketawa tumpah.
“Bukan-bukan, agenda kita bikin kegiatan San-Ram. Karena judulnya Pesantren Ramadhan, walau cuma satu jam, kita belajarnya di masjid sekolah. Di sana ada banyak buku keagamaan dan buku doa-doa. Kita akan belajar di sana.
“Aduh Pin, masak aku di suruh ke masjid sih? Aku ogah, aku kan gak puasa.”
“lho,..emang kenapa kalo kamu gak puasa? Koq jadi ogah ke masjid? Jaka Sembung banget.”
“Yah ni anak, lemot banget ceh. Aku gak puasa kan karena aku gi dapet!”
“Upss..”
“Jadi gimana dunk?”
“Bolos aja!”
“Aku gak biasa bolos.”
“Tenang ntar aku ajarin, gini-gini aku jago bolos, kamu tinggal pilih mo bolos pake gaya apa, ntar aku ajarin!”
“gaya kelinci.”
“Yaudah bolos aja sambil loncat-loncat, kalo gaya ular, bolosnya sambil geal-geol, kalo gaya kucing, bolosnya sambil meang-meong.”
“Ehem..Ehem.. Vinka, Mahyal! Kenapa berisik sendiri?”
“Ini pak, Mahyal gak mau belajar di Masjid.”
“Boleh tahu alasannya?”
Vinka nyikut pundak Mahyal.
“Eh, anu pak, mendingan di kelas aja, lagian kelas kita hawanya asri dan sejuk. Iya kan teman-teman?” Ceplos Mahyal ngasal.
“Wuuuuuuuu…”
Vinka nyikut lagi,
“Asri dan sejuk Mbahmu!..”
“Bapak mau saja kita belajar di kelas, asal Mahyal mau ngangkut buku-buku dari masjid, gimana?”
“Bukan begitu pak.”
“Lalu kenapa?”
Mahyal bener-bener mati kutu, mualnya kumat lagi.
“Lalu kenapa Mahyal?”
“Anu pak, Mahyal kan gi dapet.” Spontan kalimat itu keluar dari bibi Vinka setengah teriak.
Seisi kelas ketawa. Kali ini Mahyal ambruk beneran.
( Lutfi Syarifudin )
TV One Kenapa?
Ketika sebuah reportese menegangkan ditayangkan secara live, entah itu politik ataupun isu teroris. Mata kita otomatis tertuju pada dua stasiun televisi yang saling berkompetisi sengit, siapa lagi kalu bukan Metro Tv dan Tv One.
Andina Dwi Fatma juga pernah menglas kompetisi keduanya dalam artikel berjudul “in English Please haha” di rubric ini juga. Dari artikel tersebut kita semakin tahu bahwa TV One memang benar-benar rival sejati Metro TV. Pada liputan ekslusif pengepungan tempat persembunyian Ibrahim ( sebelumnya diduga Noordin M Top ) di desa Beji, kecamatan Kedu, Temanggung jumat lalu, nampak sekali Metro TV dan TV One berlomba-lomba menyajikan liputan terbaik.
Dari petang hingga tengah malam tak ada tanda-tanda aksi klimaks tim Destamen Khusus (Densus) 88 akan segera dilakukan. Sambil secara live Metro TV menyorot situasi desa dusun Beji, satsiun televisi tersebut juga berinisiatif menampilkan wawancara dengan pengamat intelijen. Walaupun wawancara tersebut kurang menarik, namun Metro TV sudah selangkah lebih maju dari TV One. Namun dini hari, TV One sudah bisa mereportasekan bahwa Densus 88 sudah menerjunkan robot kiriman dari Jakarta yang akan menghandle tugas pengintaian mereka. Bahkan pagi hari TV One dengan jelas mampu memperlihatkan wujud robot yang lebih mirip tank mini tersebut.
Dengan cermat Ecep S Yasa, reporter TV One mempresentasikan spesifikasi robot yang multifungsi itu. Yakni, berukuran panjang sekitar satu meter. Dilengkapi kamera dan tangan untuk meletakkan bahan peledak ke dalam rumah tersebut. Melalui posisi paling dekat dengan polisi, Ecep membaca layar monitor hasil kerja kamera yang dipasang di robot. Karena itu, seluruh penjuru Indonesia menjadi tahu kondisi bagian depan rumah tersebut: tidak ada orang sama sekali di situ. Kemudian Robot dotarik keluar dan meneruskan tugas selanjutnya untuk menaruh bom denagn daya sedang untuk meledakkan pintu tengah.
Terkesan sangat mendramatisir memang, namun tujuannya untuk meminimalisir jatuhnya korban dari pihak petugas. Bukankah saat itu, berbagai spekulasi tentang siapa dan apa saja yang ada di dalam rumah sebelah bukit itu belum terjawab? Misalnya, jumlah orang yang ada di dalam rumah itu. Dilengkapi dengan senjata apa saja, adakah bom di sana? Bagaimana dengan Channel “tetangga”? ternyata Metro TV juga sempat menampilkan gambar robot kebanggan Densus 88 tersebut namun kurang begitu jelas. Karena Metro TV stanby di pertigaan dusun Siwur (300M dari dusun Beji) Sedang TV One hanya 30 M dari TKP. Dengan posisi yang menang telak, TV One leluasa meliput detik demi detik sepak terjang Densus 88 karena mendapat area VIP.
Ketika pemberangkatan Muhdjahri, Aris dan Indra dari Bandara Adi Sucipto Jogja menuju Jakarta, Ecep berkali-kali live melaporkan situasi terbaru di dusun Beji kala itu sudah di samping pesawat polri menyiarkan pemberangkatan tiga orang yang tertuduh teroris itu. TV One begitu gemilang dalam menyajikan rangkaian peliputan perburuan Noordin M Top.
Banyak argumen mengatakan bahwa prestasi itu merupakan hasil dari seriusnya TV One menjalin hubungan baik dengan polisi. Terlebih Sukarni Ilyas atau akrab disapa Karni Ilyas, pemimpin redaksi TV One juga pernah menjabat sebagai Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional). Sayangnya kedekatan TV One dengan polisi justru dicitrakan buruk oleh sebagian masyarakat seakan TV One adalah duplikasi TVRI zaman Orba.Bahkan di Solo TVOne dilarang masuk ke rumah almarhum Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono karena dianggap sebagai TV polisi. TVOne pun membantah karena sudah bekerja dengan kode etik jurnalistik dan tidak memojokkan siapa pun. Protes bahkan tidak hanya dari keluarga tersangka, TVOne juga mendapat cibiran atau protes dari polisi karena terlalu memojokkan atau menonjolkan pihak-pihak tertentu.
Totok Suryanto General Manager News TVOne menyangkal ketidak berimbangan medianya. Dia mengaku tak hanya mendapat pencitaan buruk dari keluarga tersangka teroris, namun dari polisi sendiri pun juga sering menadpat cibiran negatif. Totok menegaskan indepensi TV One dan mengatakan; “Kami dalam tugas jurnalistik pegangannya kaidah-kaidah yang berlaku. Kami sama sekali tidak ada memojokkan siapapun. Kami selalu berprasangka positif apapun kondisinya.” Maka perjuangan independensi TV one dan kaitannya dengan kedekatan polisi pantas kita asumsikan dengan sesuatu yang buruk? Tergantng sedewasa apakah masyarakat menyikapinya. (Lutfi Syarifudin)
Menyaksikan Pengepungan Ibrahim 100M dari TKP
Bagi warga sekitar rumahku, menonton televisi tidak ada bedanya dengan melongok keluar jendela. Yang kelihatan sekumpulan Tim Densus 88 mondar-mandir berjaga-jaga di dusun beji kecamatan Kedu Temanggung. Bukit samping rumah yang dikepung petugas dulunya adalah tempat mainku waktu kecil, kadang aku juga suka cari belut di sawah depan rumah itu.
Sebagai warga Kedu, aku pikir jumat sore itu cuma penggrebekan biasa, bahkan daripada nonton TKP, mending aku nerusin menjalin jaring gawang untuk pertandingan futsal di lapangan pinggir sawah. Tapi karena TV One dan Metro TV menayangkan situasi desaku secara live, pagi harinya ratusan kendaraan menuju beji ( kalau orangnya tidak terhitung ada berapa ).Karena saat itu rumor yang beredar, orang yang berada di dalam rumah adalah Noordin M Top.
Dari atas kuburan aku ambil posisi paling nyaman menyaksikan drama baku hantam antara polisi dengan polisi juga sepertiya. Karena setahuku dan warga sekitar, bahkan mas Suyono Sugondo, kontributor Metro TV yang sudah stanby di TKP sejak jumat tengah malam kemarin, tidak kita dapati ada serangan balasan dari dalam rumah.
Dari atas kuburan yang hanya berjarak sekitar 100M dari tempat persembunyian Ibrahim, terlihat jelas asap yang mengepul setelah samping rumah stelah diledakkan dengan bom dengan daya yang lumayan besar. Beberapa anak menangis ketakutan. Di kanan-kiriku anak-anak sekolah dan bapak-bapak pada bolos dari kewajiban mereka.
Sesekali terdengar misuh-misuh petani tembakau yang tak rela tanamannya rusak karena ulah wartawan dan warga yang berdesak-desakan di sawah. Pagi harinya, karena masih ramai belasan orang tetanggaku ngobyek memarkirkan kendaraan di pelataran penggilingan padi dekat TKP. sesiang ada 900-san motor dan puluhan mobil yang datang dari Temanggung dan luar kota. Ada yang dari Kendal, Semarang, Muntilan Sukorejo datang ke sini hanya untuk foto-foto di rumah remuk itu. Lumayan pendapatan warga dari ngobyek parkiran mencapai dua juta rupiah.
Yang juga kecipratan rejeki, penjual es dan bakso omsetnya melonjak drastis saat dijajakn di lokasi sekitar TKP.
Tak Perlu Dibuat Sendu
Di Negara ini, yang apa-apa sudah dibuat demokratis, menuntut semua orang untuk berlaku obyektif. Tak terkecuali pada tayangan-tayangan yang hadir di layar kaca kita. Apalagi yang berbau reality show talent-search, tak ada ruang bagi juri untuk memihak, atau lebih tepatnya lagi menentukan siapa jawara terbaik.
The Master pun turut tunduk pada madzhab demokrasi tersebut. Dan di sini Dedy Corbuzier lah yang menjadi bulan-bulanan para penggemar The Master.
Posisi Dedy yang dikesankan sebagai Master yang sedang mencari calon jawara di bidang Magician seakan dibuat serba salah. Dia yang punya otoritas penuh mengkritik habis-habisan para kontestan dipaksa menyerah pada aturan main yang ujung-ujungnya bertumpu pada Polling SMS tertinggi.Inilah demokrasi, yang akhirnya Dedy dijadikan tumbalnya dan mendapat predikat juri antagonis.
Pada penayangan perdana The Master, dia sudah dengan bras-bres mengkritik penampilan Aldi Sungkar, kontestan asal Solo, yang menurutnya kurang menarik hanya karena membawakan trik sulap tradisional. Tak hanya itu, Backsound Scorring yang mengiringi permainan Aldi tak luput dari komentar Dedy yang mengesankan bahwa Aldi mengekor David Copperfield yang selalu memakai lagu-lagi Phil Collin. Yang sedikit lebih menyesakkan, sebelum berkomentar Dedy berucap, “ Saya bingng mau komentar apa, soalnya kamu bawa-bawa ibu kamu di sini”.
Memang, kala itu usai Aldi menampilkan permainan Classic Magic, Tim kreatif menghubungkan dia dengan ibunya yang sedang sakit via telpon. Dan terungklaplah kesan Aldi bahwa dia merupakan sosok anak yang berbakti kepada orang tua karena pernah nekat menjual peralatan sulapnya untuk membayar perawatan ibunya. Tiba-tiba saja The Master yang yang diformat dengan banyak elemen aroma misteri, berubah jadi acara sendu macam AFI, Idola cilik dan Talent-Search sejenis.
Saat ini, barangkali Dedy sudah mulai kebal dengan riuh sinis penonton yang selalu bersorak ‘ wuuuu’ sesaat sebelum dia memberi komentar kepada kontestan. Entah positif atau negatif komentar yang akan diberikan oleh Dedy, penonton sudah dengan jelas membaca bahasa tubuh dan mimik wajah Dedy yang sudah “bicara” itu. Dan tentu saja, diam sejenaknya Dedy dan diteruskan dengan mengernyitkan dahi menandakan Dedy sudah tidak menyukai permainan sang kontestan.
Mungkin karena kebal akan ‘wuuuu’ dari penonton inilah yang juga membuat Dedy tak menanggalkan idealisme ala dia saat menjadi juri di The Master Junior. Dan kali ini Asror yang menjadi pesakitannya. Betapa tak kuasa Asror menahan air mata yang berkaca-kaca ketika Dedy dengan komentar pedasnya menganggap kalau permainan dia jelek, bukan mengatakan “ kurang bagus” , atau “perlu dismpurnakan”, untuk disesuaikan dengan kondisi mental anak-anak yang masih sensitif. Namun benar-benar dia berkali-kali mengatakan kalau permainan Asror jelek.
Rina Gunawan dan Rachel Amanda yang juga duduk menjadi Juri tamu spontan tak tahan untuk tidak menyanggah kritikan Dedy saat itu. Juga Adi Nugroho yang menjadi host, dia kala itu benar-benar kewalahan untuk memulihkan emosi Asror dan para penonton untuk tidak terbawa suasana panas atas perlakuan “Keji” Sang Master.
Di Indonesia, yang mungkin masyarakat kita masih gemar dengan tayangan Reality Show, apalagi setelah dipoles sedikit menye-menye akhirnnya memberi ruang bagi acara The Master untuk melanjutkan ke The Master Junior. Sedang di Amerika sana, stasiun televise NBC juga memiliki live reality competition show serupa yang berjudul “Phenomenon”. Jika The Master mempunyai Jargon “Mencari Bintang Tanpa Mantra”, Phenomenon menggunakan “The Next Great Mentalist” untuk acaranya.
Acara itu dipandu dua Magician terkenal yaitu Mentalist Uri Geller dan Illusionis Criss Angel. di acara Phenomenon , 10 Magician terpilih diadu di atas panggung setiap minggunya dan pemenangnya mendapatkan 250 ribu Dollar. Sayangnya Phenomenon hanya berumur sampai season 1. Ini dikarenakan acara semacam itu bukanlah acara yang baru di Amerika, sebelumnya sudah ada The Successor yang tayang di awal 2007, yang menadi pelopor pencarian Magician di ajang Reality Show.
Sebagai acara yang kerap memunculkan kejanggalan-kejanggalan yang menghibur, The Master pernah di klaim oleh Dedy Corbuzier sebagai acara dengan rating tertinggi di Indonesia, namun dia tidak menyebutkan secara spesifik prosentase angkanya. Memang demikan adanya. Dari aspek psikologis, manusia cenderung memiliki ketertarikan dan rasa penasaran terhadap sesuatu yang bersifat misteri.
Bahkan kata-kata “Misteri” atau “Rahasia” kerap digunakan oleh Suwandi Chow, pakar pembuatan surat penjualan pada website komersil untuk dijadikan headline pada situs affiliasinya. Karena memang terbukti menarik perhatian orang.
Selain dari kemasan misteri yang sudah merangsang antusias pemirsa untuk mantengin The Master, acara tersebut juga dipoles secantik mungkin hingga kerap memberikan efek dramatisir. Tentu saja tujuannya untuk memancing decak kagum penonton. Seperti pengakuan tim kreatif The Master di sebuah forum online ketika dia menyanggah originalitas Dedy Corbuzuer ketika menang mengalahkan Abel Brata, pemegang rekor MURI untuk solving RUbik’s cube tercepat. Tim kreatif itu mereply kometar seperti ini:
“kalo ga ngerti sulap diem aja jangan komentar…show sulap itu susah pak!!!
so sulap itu = film kalo lu nonton di bioskop….dalam film tentu ada sutradara,penulis cerita,cerita itu sendiri,…capek lah gw jelasin ke orang yang gw ngerti seni sulap…”
Nah lho..Tim kreatifitas mengakui sendiri akan adanya “script” terencana dalam tayangan The Master. Maka, melihat alangkah sudah punya niai variatifnya sendiri, tak perlulah keunikan tersebut dilunturkan dengan luluhnya The Master ke format sendu dan tangis-tangisan hanya demi mendongkrak simpati dan tentu saja untuk menadah kiriman polling SMS.
( Lutfi Syarifudin)
Blame, Excuse, Justify..
B E J kebanyakan orang mengartikan sebagai singkatan dari Bursa Efek Jakarta, pusat jual beli saham dan Forex Trading. Tapi dari sudut psikologis B E J adalah singkatan dari Blame, Excuse, Justify yaitu kumpulan karakter buruk pada diri sesorang yang bisa merugikan diri sendiri, orang tua, sodara, bahkan anak keturunan. Lho?.. Ini gak mbual, coba deh kita bahas satu-satu.
Blame artinya kebiasaan buruk yang selalu menyalahkan lingkungan, orang di sekitar, negara bahkan presidennya sendiri.
Excuse artinya selalu kebanyakan alasan.
Justify artinya menghakimi atau membenarkan.
Ketiga karakter itu berpotensi besar ngerem kusuksesan kita untuk mencapai target yang kita tempuh dengan menyandarkan factor kegagalan diluar diri kita. Contohnya seperti ini, misal aja ada dua anak kuliahan yang dua-duanya masih ngekos, merka sama-sama pengen cari duit tambahan dari usaha sampingan. Dan ternyata anak kuliahan 1 usahanya berkembang dengan lancar dan akhirnya mampu bayar kos sendiri. Sedang anak kuliahan 2 belum mencapai keberhasilan seperti sahabtnya itu. Maka anak kuliahan 2 ini merasa ok-ok aja karena karakter BEJ dah mendominasi pikirannya.
Blame, dia menyalahkan modalnya yang kecil, produknya jelek, jadwal kuliahnya yang padat, bahkan ortu dan engkongnya pun disalahkan, karena gak mewariskan bakat berwirausaha dan merasa terlahir dari keturunan pemalas.
Excuse, dia kebanyakan alasan, “ Ah aku masih muda koq, aku belum pengalaman, aku masih belum banyak belajar.”
Justify, menghakimi atau membenarkan, “ Terang aja dia lebih sukses dari aku, lha wong modalnya gede, kan usahanya juga gede.” Atau kalau temannya yang sukses itu ternyata miskin dia juga memantaskan juga. “ Terang aja dia lebih sukes dari aku, lha wong dia anak orang miskin, tentu dia biasa prihatin dan semangat kerjanya tinggi, aku kan anak orang pas-pasan, jadi semangatku juga pas-pasan. Pantes aja kalo aku belum sukses.”
Gubrak deh,…
Pren,..B E J adalah kebiasaan gak terampuni yang efektif banget menghalangi kita dari kesuksesan. Parahnya, jarang orang yang nydar kalo dirinya dah ngidap penyakit B E J yang akut banget. Bisa jadi termasuk kalian. Coba deteksi sekarang juga!…
Udah?..Kalo belum, stop dulu jangan nerusin baca artikel ini sebelum mendeteksi penyakit ini. (gak butuh jasa dokter lagi…)
Udah kan?…gimana hasilnya?…
Mungkin ada yang ngrasa, “wah ternyata aq ngidap penyakit B E J juga ne..” jangan panik dulu. Penyakit jiwa macem gini lumrah dimiliki setiap orang. Dan emang apa yang dikeluhkan oleh pengidap B E J biasanya benar adanya. Dan selalu bertumpu pada fakta. Tapi mo sebenar-benar alasan yang ada, semua itu tidak ada manfaatnya bagi kemajuan kita!.Satu-satunya manfaat dari B E J adalah efektif menghentikan kita untuk bertindak dan berubah jadi lebih baik dari sebelumnya. Itu dia.
Temen kita ada yang pernah begitu. Namanya Tiwi, dia anak Magelang yang kuliah di UIN Bandung. Cita-citanya pengen bisa membiayai hidup sendiri di Bandung tanpa perlu minta duit sama ortu. Secara dia dah punya penghasilan tambahan lewat jasa ngajar privat bahasa Inggris. Tapi itu semua belum cukup untuk biaya hidup di Bandung yang mahal.
“Aku belum mampu ngidupin diri sendiri kalo belum lulus, uang hasilku belum cukup buat bayar kosan sendiri, sama makan, baru cukup buat ngerjain tugas dan bayar utang”
Setelah ditanya, “Jadi karena kamu belum lulus kuliah, kamu belum bisa hidup sendiri tanpa suplai uang dari ortu?”
“gak….aku tetep terus berjuang”.
Lama-lama Tiwi nyadar, gak boleh menggantungkan faktor kesuksesan dari luar dirinya. Dia tau apa yang harus dirubah. Bukan harga makan di Bandung, tapi usaha merubah dirinya. So, dengan kemampuan bahasa Inggrisnya, dia mulai merubah kebaiasaannya berlama-lama ngongkorng di fesbuk dan belajar menjual jasa Review bahasa Inggris kepada pemasar dengan gitu dia bisa cari uang untuk mandiri. Aku harus memperjuangkan mimpi, tapi gak nerusin ke action.
Hampir sama seperti Tiwi, Novi yang pengen nggelar acara baksos di sekolah, berharap banget dapat dana tambahan sponsor. Tapi karena proposal gak terkirim ke sponsor, dana tambahan pun gak datang. Tapi bukan alasan kalo gara-gara sponsor, acara baksos gagal diadakan. So, dia kekeuh banget berjuang, acara itu tetep kudu jalan. Novi gak pengen menggantungkan kesuksesan semata-mata karena sponsor doang. Dan acranya pun sukses.
Kita baru belajar dari Tiwi dan Novi, maka kita kudu pahami kalo gak etis menyalahkan orang lain terhadap kesuksesan yang akan kita raih. Sebenarnya kita punya kemampuan hebat, sayang, sebelum bener-bener berkompetisi, kita dah dengan sukarela “bunuh diri” dengan tidak mempercayai diri sendiri dan merasa pihak luar adalah penentu kemenangan kita. Pliiss,..jangan gitu dunk…
Sikap kek gini gak bias dibiarin dan secepetnya distop. Kalo nggak kita bakal memaklumi kondisi kita yang gini-gini aja karena kita memafkan diri kita yang gak pernah take action.
( Lutfi Syarifudin/ dimuat di Suara merdeka 5 Juli 2009 )







Komentar Terbaru