RSS

Monthly Archives: February 2009

That’s What Friend Are For

And I
Never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
to feel the way we do today
And than if you can’t remember…..

Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me
for sure
that’s what friends are for

for good times
And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came and open me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you….

and then
For the times when we’re apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can’t remember….

Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me
for sure
that’s what friends are for

for good times
And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me
for sure let me tell you
that’s what friends are for

for good times
And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

 
2 Comments

Posted by on February 26, 2009 in Daleem Bangeet

 

Tags: , , ,

Prediksiku Benar, Slumdog Millionaire menang

kalo dah baca postinganke kemaren tentang Slumdog Millionaire pasti ngiyakan kalo film tersebut bakal nyabet penghargaan di penghargaan bergengsi perfilman International, seperti yang aku tulis kemaren tentang Slumdog Millionaire, kalo film yang dah berjaya di Golden Globe, pasti bakal berjaya pula di Oscar. Secara emang dah seakan jadi prediksi wajib, bahwa Golden Globe merupakan bayangan dari Oscar.

Prediksiku yang lain dan ternyata benar ada pada Aktor pemeran pembantu terbaik, yang ternyata dan emang wajib harus jatuh pada Heat Ledger yang ngrubah Image Joker sebagai musuh seram Batman, menjadi sosok Joker yang “seksi” .

Revolusi Batman emang dah dirombak sejak kursi sutradara dipegang sama Cristopher Nolan. Di tangan dia Batman yang dalam komik maupun film-film terdahulu digambarkan sebagai sosok pahlawan super hero yang memiliki kekuatan dahsyat.

Nolan merubah Batman sejak dia menyutradarai Batman Begin, awalnya dia sukses menghadirkan batman sebagai manusia alami, tak hyperbolis seperti Spiderman, Fantastic Four apalagi Superman.

Di sekuel keduanya, Nolan merevolusi Joker, tak salah dia menggaet Heath Ledger untuk memerankannya. Terbukti aktor asal Australi itu mampu bermain gemilang di Broukback Mountain yang di sutradarai oleh sineas Taiwan Angg Lee.

Sayang hetah Ledger dah keburu over dosis mpe mati, kalo dia nggak ngedrugs, siapa tau Ang Lee bakal mereuni para pemain andalannya dalam filmnya suatu saat. Dan maybe heath Ledger bakal mein satu film bareng Lola Amalia aktrts Indonesia yang pernah main di filmnya Angg Lee.

Patung manusia kuning untuk Ledger akan dipegang anaknya ketika dia berusia 18 tahun kelak. Sekarang dia baru berusia 3 tahun, jadi simbol pernghargaan itu dipegang ibunya.

di Academy Oscar ke 81 ini, The Curious case of Benjamin Button juga mendapat penghargaan, sama seperti prediksiku di postingan kemaren
tapi sedikit meleset. Aku nyangka film tersebut bakal dapet penghargaan the best Picture, nyatanya bukan itu.

Ni list pemenang yang diumumkan 22 Februari kemaren (kalo di Indo dah tanggal 23 ):

Best Picture

“Slumdog Millionaire”

Best Actor

Sean Penn, “Milk”

Best Actress

Kate Winslet, “The Reader”

Best Supporting Actor

Heath Ledger, “The Dark Knight”

Best Supporting Actress

Penelope Cruz, “Vicky Cristina Barcelona”

Best Director

Danny Boyle, “Slumdog Millionaire”

Kate Winslet sempat dikhawatirkan karena selebaran gelap yang diisukan sebagai bocoran pemenang Oscar tidak dimasukkan. Yah namanya juga selebaran gelab, nggak ngefek pada penjurian asli.

Akting dia di The reader emang top, ya makannya dia menang.

Sedang Sean Penn gak diragukan lagi, dia dulu pernah main di I am Sam bareng Dakota fanning. Gak diragukan, pokoknya siapa saja yang main dengan Faning si bintang cilik edan itu, tentu bukan aktor kelas teri. Pasangan Fanning di tiap filmnya emang pemain dengan kualitas akting hebat.

Yang main dengan faning Ada Britany Murphy di Uptown Gril,  , Charlize Theron di Trapped, Tom Cruse di War Of World, Densel Washington di Man Of Fire dll lah,..

Lutfi Syarifudin..

 
4 Comments

Posted by on February 24, 2009 in Film

 

Tags: , , , , , , , ,

Slumdog Millionaire

Slumdog Millionaire

Slumdog Millionaire

Slumdog Millionaire bukanlah film India, cuma setingnya aja di sana. Sutradaranya adalah Danny Boyle, yang kemaren baru memenangkan Golden Globe. Di prediksi hari ini,22 Februaru 2009, Slumdog Millionaire bakal nyabet piala bergengsi perfilman di planet ini.

Karena sudah umum Golden Globe merupakan bayangan Oscar, siapa yang berjaya di Golden Globe, tentu nasibnya tak jauh beda di Oscar nantinya.

Yang menyelamatkan Slumdog millionaire menurutku karena tidak jadinya Syarukh Khan main di situ. Dah lama aku alergi sama manusia yang bertmapang dangdut kebelet ke toilet kalo ndenger jazz.

Syarukh Khan punya tampang yang memberatkan image sebuah film pada kerendahan levelnya. Misal ada konser Jazz yang dinyanyikan oleh Goerge branson, dan di hadiri oleh Assila Zahrantiara, sivia Azizah, tompi, Jadug dan Iga mawarni, kemudian dia datang,..bisa kebayang yang terjadi, penggemar dangdut bakal ngefly di situ Shila dan sivia pun kliyengan mual-mual.

itulah analogiku buat syahrukh khan, kalo sampai main di Slumdog Milliaonaire, maka orang sekelas Charlize Theron yang menikmati film itu bakal lari.

aku bukan merendahkan sineas India, cuma filmya aja. Buktinya M night Sahyahmalan mampu bikin Lady in The watter dan The Six Sense yang dibintangi Bruce Willis.

kembali ke Slumdog Millionaire, apakah film itu bakal dapet Oscar?

Sepertinya Iya, cuma untuk kategory best picture kayaknya diraih sama The Curious case of Benjamin Button,  David Fincher emang keren bikin kualitas gambar era pernag dunia II dulu.

Dia dulu juga pake Brad Pitt buat trilogi film Ocean Twelve.

Dan prediksi aku paling kuat ada pada Heath Ledger, yang bakal dapet pemeran pembantu terbaik di The Dark Knight. Dulu aku terpesona aktingnya di BroukBack Mountain bikinannya sutratdara Asia Ang lee.

Na pas dia dapet penghargaan sutradara terbaik  sekarang Ang lee langsung nyabet Lola Amalia, aktris Indonesia buat main di filmnya. Lola di Indo bikin film Betina, filmnya aneh kayak orangnya, dan akhirnya ketemu sutradara lebih aneh, yaitu si Ang lee tadi.

foto Slumdog Millionaire diambil dari: http://dainelmontgomery.wordpress.com

 
3 Comments

Posted by on February 22, 2009 in Film

 

Tags: , , , , , , , ,

Makian dan Hujatan yang Rindu Dinikmati


Ni kisah dari friensterku –>http://profiles.friendster.com/cemanikiyut

emang dah lama aku gak ngurus Friendster , males dan gak pernah nyempatin.
sampai ada satu cewek yang bikin aku rajin nengok FS. namanya Veronica.
dia nge add aku, trus ngasih satu komen penghinaan cukup keren:

“Loe Miskin!!,..”

Upss,..Baru kali ini aku dihina sama cewek sakit yang gak genep.
Vero gak pernah kasih  kalimat lain, selain menghujatku, hampir tiap hari.

Dariku juga tak ada kalimat-kalimat lain selain membalas hujatannya dengan makian gak karuan.

“Dasar Luna Maya Loe!!,
Parkir mobil aja gak pernah bener”

dia membalas.

” loe tu gak pantes temenan sama GW,
Loe miskin, sedangkan gw kaya, kita gak selevel!”

Hinaan edan yang makin lama aku benar-baner menikmatinya.
Aku seakan dipertemukan Vero dengan keadaan saling membutuhkan.

yaitu membutuhkan pelampiasan untuk memuaskan kebutuhan primitf jiwa mamalia kita.

Yaitu menghujat tanpa ada zona batasan-batasan tertentu yang mengatur kami.
Aku sebelumnya tak kenal Vero, dan kusimpulkan dia, saat ini sebagai socialita gak beres yg
ortunya broken. sementar hanya itu yang kusimpulkan.

Aku tak menolong dia dengan memberi kasih sayang.

Justru aku menolong dia dengan terus memakinya
.
kuyakin dia puas dan merasa segar dengan makian dariku.

Pertama aku dan dia tak saling mengenal.

aku hannya tau di email friendster yg bilang kalo ada cewek bernama Vero yg nge et FSku.

aku apruf dia, dan nyapa sekedarnya.

entah Jin apa yg nyambet. Vero malah mencak-mencak.

“GW ogah jadi temen loe!,..
Loe Miskin,..!”

Ahaa,..dia menyambutku seperti itu,

“keren!,..sudah jelas dia yg ndaftar ke aq, tapi dia pura-pura ilfeel.

aku cek di FSnya, ternyata dia memang benar-benar gak genep.

sama william temannya dia dengan terang-terangan ngemis cinta.

“Wil pacarin gw donk!”

“Ogah gw dah ada yg punya!”

“Gak bisa dunk, sudah jelas-jelas gw nie lebih cantik dari Jessica!”


“Ogah!”

“Gw kan cantik melebihi siapapun, daripada Jesica, lebih cantikan gw, daripada elsa juga, dan Hilga, temennya Elsa”

“Ver Loe gak usah mbandingin adek GW, adek GW tu cantik, lebih jauuuh cantik drpda loe!”

“Plis Wil, pacari gw, GW BAYAR DEH!!!”

( GUBRAAAK!..Kereeen Abbiiiz!,.. )

kembali di FSq dia ngomen,

“Pokoknya seumpama loe mo minta maap ke gw , gak akan pernah gw maafin.
loe pikir gw takut ma loe!”

APLOUS!!,

aku bener-bener terpesona dengan makian vero yg entah apa maunya, dan kenapa memaki-maki aku yang gak kenal.

kecuali dia hanya mengharap perhatian, dan hanya butuh dibalas makiannya.

di FSnya lagi aku balas dia,

” Kurang ajar loe, lama-lama Gw traktir loe makan sate,
trus gw beliin loe susu kedele, biar tau rasa loe!!.”

aah,..entah mengapa nafsu primitif manusia yang punya naluri hewani untuk berbuat seperti binatang, butuh disalurkan.

Dan Vero tempat pelampiasan yang baik. Dia tak menagih apa-apa dariku. Atau mungkin dia ANUGERAH,..??
Bahkan menyapa akupun dia belum pernah. Dia hanya mau mengasihi aku dengan hujatan indahnya.
Aku merindukan makian yang datang di komen FSq dari cewek socialita gak genep dan broken itu.

beberpa hari ini dia absen memakiku. mungkin karena dia sudah beranjak waras.
dan aku tak berani menentukan pilihan, menikmati terus hujatannya, atau membiarkan dia sembuh dan hidup dalam kondisi normal,…

**Foto diambil dari Arsipnya Shivers

 
4 Comments

Posted by on February 21, 2009 in Aku lagi Ngomongin Kamu, Lutfi Sableng

 

Tags: , , , ,

Idola Cilik, Karena Pemirsa Juga Juri


Cukupkah talenta seseorang mampu menjadi syarat untuk menjadikannya seorang bintang? Kalau pertanyaan ini ditujukan untuk acara Variety Show yang belakangan tengah marak, tentu saja tidak. Masih ada satu syarat lagi yang mujarab mempengaruhi nilai jual calon bintang itu, apa lagi kalau bukan sad story, alias kisah sedih.

Apapun tujuan Variety Show yang menjadi programa di salah satu kanal televisi kita, dengan sendirinya akan menanggalkan idelisme asalnya. Yaitu ketika menyadari fakta bahwa kisah suram yang berpotensi mengundang simpati, mampu mendongkrak polling sang kontestan. Very AFI menjadi bukti nyata. AFI yang dianggap sebagai pelopor tontonan ajang pencarian bakat di Indonesia ini, pada babak awal sudah kebobolan dengan sistem penjurian yang tidak fair ini. Acara yang sejatinya sebagai wadah pemilihan entertrainer berkualitas, menjadi lumpuh karena lahirnya sang juara tak lagi diukur dengan kualitasnya, melainkan melalui seberapa banyak fansnya. Itulah alasan mengapa Bertha sang guru Vokal AFI tak mau melanjutkan kontrak untuk membimbing para kontesatanAFI pada periode kedua.

Kalau juara AFI ditentukan hanya dengan polling saja, kenapa harus ada guru vokal di situ? dia pun merasa tak dihargai jerih payahnya dalam membangun kualitas vokal anak didiknya. Perkembangan olah vokal para kontestan ternyata tidak berbanding lurus dengan nilai peringkat di perebutan tahta juara untuk AFI.

Setelah Very AFI, yang menjadi bintang karena menjual sad storynya sebagai anak tukang becak, maka setelahnya ada Fiersha, sang gadis tuna netra yang masuk tiga besar di Mamamia, kemudian ada Aris, sang pengamen kerata di Indonesia idol dan terakhir kita memilki Kiki Idola Cilik yang punya papa cacat karena kulitnya pernah terbakar.

Kita selalu saja diminta mewajari sikap janggal Okky Luqman yang dalam satu acara audisi Menuju Pentas Idola Cilik 2, mencoba merubah format Varitey Show, menjadi ajang penggalian simpati semacam Jalinan Kasih di RCTI.

Di Idola Cilik, untuk meraup SMS, selain sang peserta audisi diminta bernyanyi, Okky tak lupa meminta para peserta unjuk bakat lain di sela-sela pemberian komentar oleh para juri.

Kepada Nadya, Okky meminta dia memainkan biola,

sedang untuk Cakka, Okky memintanya unjuk bermain gitar. Namun ketika tiba pada giliran  Ellen, yang sebenarnya dia juga mahir bermain gitar, Oky malah tak memberinya gitar, dia malah minta Ellen untuk bercerita tentang keluarganya. Dengan sedikit meunduk Okky berkata pada Ellen, “Ada yang bisa kamu ceritakan kepada seluruh pemirsa yang sedang menyaksikan acara ini sayang?”

Tak samapi 30 detik untuk menuntaskan kisahnya hidupnya, air mata Ellen sudah tumpah tak bisa dibedung. Dia bercerita tentang orang tuanya yang telah berpisah, dan saat ini dia tinggal di panti asuhan, karena sudah  4 tahun tak berjumpa dengan mamanya.

Pada episode Menuju Idola Cilik 2 kamis 27 November kemarin, Okky kembali meminta para kontestan ujuk kebolehan. Tentu tujuannya masih untuk menaikkan add values masing-masing dari mereka. Kepada Agni, Okky memberinya bola dan meminta Agni untuk memainkannya, dia juga meminta Zaskia bermain piano. Tapi kepada Olin, lagi-lagi Oky meminta dia bercerita tentang kisah sedihnya menjadi korban kerusuhan di Ambon.

Please Oky, sad story itu bukanlah sebuah talenta yang perlu kamu gali untuk membantunya menjadi seorang bintang. Kecuali bila kamu memang sengaja sedang mencarikan dia simpati untuk dikasihani.

Sad Story memang efektif mengetuk hati, Seefektif mengalirnya dukungan untuk Kiki ketika berkali-kali papanya disorot oleh kamera. Ketika Okky berkesempatan berdialog dengan papa Kiki, Okky menyempatkan bertanya pada Kiki, “Kamu bangga punya papa seperti papa Kiki saat ini?” Kiki mengangguk.

“Kamu tidak minder sedikitpun?”

Kiki menjawab, “Tidak”.

Tentu cara ini lebih halus untuk Okky supaya tidak mengambil kalimat kasar seperti, “Lihat itu papa Kiki, dia mengalami musibah yang membuat kulit di wajahnya hancur, maka SMSlah Kiki yang banyak, biar kalau Kiki jadi juara Idola Cilik, dan punya uang banyak, papanya bisa operasai!”

Jelas tidak akan pernah seperti itu.

Tak perlulah kita memprotes niatan acara tersebut, kalau memang niatan produser murni hanya mencari seorang idola saja, bukan insan yang berbakat dalam suatu bidang

Pernah suatu saat Billy, pemuda 20 tahun asal Bogor, mencoba peruntungannya dengan mengikuti audisi Indonesian Idol melalui kota Bandug.

Belum sampai dia bertemu Titi DJ cs, oleh co juri, dia sudah ditagih, supaya bisa menceritakan sad storynya. Billy pun gelagepan, karena selama ini dia hidup serba mudah serta jarang mengalami kesusaahn dan kesedihan, kecuali saat dia melayati neneknya yang baru saja meninggal.

Entah karena sad storynya yang teramat standar, atau faktor lain. Toh nyatanya dia tak lolos untuk ikut audisi selanjutnya di Jakarta. Padahal dahulu dia juga pernah mendaftar audisi Indonesian Idol. Bukankah kisah yang dialami Billy ini merupakan pembukatian bahwa variety show saat ini tak lagi murni mencari bakat namun hanya sekedar idola?

Dan idola bisa lahir dari mana saja bahkan kolong jembatan sekalipun, tanpa harus memilki talenta, asal bila saja dia berkesan dan pandai maraup simpati pada pemirsa.

Samapi di sini, kedudukan juri tak ubahnya hanya sebagai alibi supaya acara sejenis itu tatap terlihat berjalan dengan layak. Untuk ajang pencarian bakat, semestinya para produser kembali bercermin kepada The Apprentice Indonesia atau the scolar. Acara tersebut merupakan ajang pencarian bakat yang pemirsa sama sekali tak dilibatkan dalam menentukan siapa yang kelak menjadi juaranya. Juri yang berkopeten pun masih memiliki otoritas untuk memberi penilaian sesuai kualitas kontestannya.

Lutfi Syarifudin.

**Source Picture http://nadya.web.id

terimakasih atas kunjungannya, ini hadiah dari saya:

Artikel Terkait:

Idola Cilik For Sale

Agni Idola Cilik 2

Kambing Hitam Lagu Anak Idola Cilik

 
217 Comments

Posted by on February 19, 2009 in Layar Televisi

 

Tags: , ,

Agni Idola Cilik 2

Sabtu, 15, November 2008 kemaren, aq liat audisi idola cilik 2, lucu-lucu, banyak juga yang suaranya bagus, ada juga anak-anak bule yang ikut ndaftar. Dari  12.688 total peserta audisi, aq cuma ngeh sama cewek yang namanya Agni  Tri Nubuwati.

Entah ada aura apa dari dia, tiba-tiba aja aq mlongo liat Agni, aq cuma mbatin, “Gila,..Ampun,..!”

dah titik. Jauh ribuan kilo dr TV aq, Duta dan mama ira juga mlongo,…

Ada yang salah dengan Agni? kayaknya tidak, cm kita para penonton yang “mati” karena dia.

Agni datang pake celana panjang, t-shirt kuning berkerah, dan gitar. Rambutnya dikucir, cuma itu, tanpa make-up. kasual banget.

Begitu masuk ruangan audisi, dan belum sampai ngapa-ngapa, Duta yang sempat mlongo langsung ngomen, “Agni, kamu kliatan asik banget!”.

mama ira menatap kuat, sependapat sama Duta.

Agni cuma senyum, simpel, sesimpel bibirnya yang tipis, maniiiis sekali.

Dia nggak bisa bohong kalau dia tomboy, tomboy yang anggun, alami sekali dan tak ada yang dibuat-buat.

Dia tomboy yang nggak cowok banget, dalam ketomboyannya, gak ada unsur kecewekaannya yang tertinggal.

Ketika dia mulai akan menyanyi, semua kru diam, jemarinya memetik gitar dengan pelan, begitu damai.

Mama ira dan Duta terpaku.

Benar-benar dari hati dia bernyanyi, soulnya dapet bgt.

Dia amat menikmatinya,

begitupun dengan yang menyaksikan.

penuh arti dia bernyanyi, dan masih fokus pada petikan gitar kesayangannya.

kata Duta, gitar itu sekan penuh arti buat Agni.

di tengah suaranya yang berkarakter ketika bernyanyi dan memainkan gitar, mama ira dari kursi juri berujar,

” tolong lihat kamera dan senyum sayang!”

Tanpa kehilangan kendali pada kontrol performancenya, dia tanggap apa yang diminta mama ira, seketika wajahnya diangkat, meniggalkan gitar, jari kirinya masih lincah menari-nari diantara kunci tanpa pengawasan matanya.

kepada mama ira dan ke arah kamera, dia tersenyum tipis penuh makna dan daleem bgt.

jutaan pasang mata yang mungkin siang jam setengah dua itu mentengin RCTI, menjadi saksi atas pancaran pesona yang hanya tersaji tak lebih dari 3 detik itu.

saat pembagian raport hasil audisi idola cilik 2 tahap awal itu, dia barada di tengah berasama kawan-kawan sesama peserta audisi.

setelah hitungan ketiga, semua peserta membuka raport, semua diam, tak ada apa-apa di dalam raport mereka,

Agni diam, mematung beberapa detik, hidungnya mulai lembab dan berair, sedang di matanya hampir tumpah, nafasnya tersenggal,

sesenggukannya makin manjadi-jadi. Dia tak percaya, berdiri di antara kawan-kawannya yang juga sedang berusaha sekuat mungkin mengontrol emosi setelah melihat hasil.

Tangan kanan Agni dengan gemetar mengambil sesuatu yang ada di raportnya.

Sebuah bintang berwarna ungu.

Dihampirinya sang ibu, mereka berpelukan, masih di depan kamera yang mengejar dan menyorotnya. dia masih terisak sedu.

Dia meninggikan kepalan tangan ke arah kamera, dia ingin seluruh pemirsa idola cilik dari sabang sampai merauke melihat dia baru saja membuktikan kemampuannya.

kali ini begitu nampak gagah,air yang keluar dari mata tomboynya, tetap terlihat anggun bagi dia.

Terimakasih atas kunjungan Anda di Blog ini, sebagai hadiah, saya berikan GRATIS tiket seminar Financial Revolution Tung Desem Waringin, selama 3 hari senilai Rp4.933.500

**Source Picture http://nadya.web.id

Artikel Terkait:

Idola Cilik For Sale

Idola Cilik Karena Pemirsa Juga Juri

Kambing Hitam Lagu Anak Idola Cilik

 
38 Comments

Posted by on February 19, 2009 in Layar Televisi

 

Tags: , , , , ,

Serena Luna Belum Kapok

Aslinya aku gak peduli amat dengan sinetron,..emang dari dulu gak doyan nonton,..kecuali terpaksa pas nemenin barkah ,kalo gi  nginep di rumahku,..yang bikin malam-malamku sering ketemu sinetron ya malah ibuku,..sampe aku gak terima ,..masak acara sekeren bioskop trans tv yg nayangain film-film keren ..jadi kalah sama acara super tolol,.,.

Yg bikin aku gak terima apa yg ditonton tu bener 2 sama sekali gak nu jukin mutu perkembangan persinetronan sedikitpun,..

Karakter antagaonis yg dibuat super jahat tanpa alasan yg jelas, bwt njahatin prontagonisnya,..misalnya kenangan masa lalu yg bikin dendam sampe mendarah daging,..itupun kalo nyata nggak sampe sehiperbolis kayak yg ada di sinetron,.

lebih aneh lagi si prontagonis yg super baik sampe klewat baiknya seperti org IDIOT,..

gak terima lagi jiplakan2 yg dengan seenaknya sinemart mengkalim itu buah karya SERENA LUNA si scriptwriter di PH tsb,..

paling aku benci sampe ada antagonis yg cara ngomongnya pake mimik wajah yg dibuat2,..lirikan mata aneh,

pengen bgt aku nyewa org bwt nembak si Loe sutanto,..sanker,..widi wijaya ,.dody djanas,..dan penjajah2 kurang ajar tu,..

tapi lagi2 yg jadi masalah justru sinetron 2super ANJRRIIT,.tu bertumpu pada rating, selama msh banyak yg nonon berarti masih laku,..

aku jadi mikir,..apa mesti,,..yg kudu aku tembak kepalanya tu si barkah?,..

gara2 dia ,..yg sinetron holic,..PH-PH sableng lom juga kapok nayangin sinetron sampah,..palagi serena luna yg gak bakalan diketahui wujudnya,..lha wong serena luna tu bukan manusia,..tapi topeng yg dijadikan kedok bwt para plagiat2 drama jepang& korea utk dijiplak disina,..bia nanti kalo mo dituntut gak gampang ketauan,..

aku trus berburu info,..tebntang serana luna yg akhirnya aku dpt dr blog2 org2 yg juga alergi ma SL,

seperti yg aku dapet di bawah ini (aku lupa dr mana ja aku tulis aja dpt dr berbagai sumber/blog):
Dari berbagai sumber (termasuk dari FI), aku tau kalau Serena Luna (scriptwriter Sinemart yang njiplak k-drama/dorama/t-drama/manga) adalah novelis teenlit Alexandra Leirissa

http://www.lautanindonesia.com/topic.asp?TOPIC_ID=46721

Dari situ aku jg tahu kalau serena luna itu bukan individu tapi kelompok, dan leader-nya adalah Alexandra Leirissa (novelnya : Dua pasang Mata & 12 pendar bintang) sendiri! Padahal aku ini dulunya fans berat mbak alex… Aku kecewa berat!
Serena Luna itu ‘pen name’ dari beberapa penulis yang bekerja di Sinemart (PH penjiplak nomor satu). Nama itu dilakukan karena ;

1. Beberapa penulis yang di sana sebenarnya masih dikontrak PH lain (kalau ketahuan, sangsinya denda dan somasi).

2. Penulisnya sebenarnya sudah mapan dan ngaku-ngaku penulis ‘terhormat’ (baca ; wartawan dan editor buku), dan nggak mau dianggap ‘melacur’ nulis sinetron.

3. Mengingat 99% karya mereka jiplakan, kalau nanti ada kasus para pemilik cerita asli menuntut, susah ditelusuri karena memang secara teknis ‘Serena Luna’ tidak ada.

4. (mulai ngaco nih, tapi bisa jadi benar) Para penulisnya cowo-cowo horny, yang dapat inspirasi abis nonton luna show (show lesbian) dan serena service (sex service on the car).

5. (makin ngaco, tapi menurut gue yang paling masuk akal) Serena Luna sebenarnya penulis senior yang amat pakar, yang tulisan-tulisannya begitu melegenda dan memberi inspirasi bagi para penulis se-Indonesia………

 
6 Comments

Posted by on February 19, 2009 in Layar Televisi

 

Tags: , , , ,

Mendamba Bond Tanpa Senjata Canggih dan Gadis Seksi

Quantum of Solace

Quantum of Solace

Ada dua hal yang selalu ditunggu oleh penggemar fanatik film-film James Bond, yang pertama adalah apa senjata canggih barunya? Dan yang kedua adalah siapa partner wanitanya?

Untuk genre film action yang mengagkat kehidupan seorang agen, senjata canggih tak begitu menarik dibahas. Semakin jauh kita fokus memperhatikannya, semakin kita tertinggal mengikuti alur cerita yang semestinya menjadi tujuan utama kita menonton film. Banyak lompatan logika yang disajikan oleh senjata canggih Bond yang kadang terkesan irasional dan mengada-ada.

Senjata-sejata tak lazim Bond lebih banyak ditampilkan pada film-film Bond era 80-an. Senjata canggihnya “dipaksa” ada saat si agen 007 tersebut berada dalam situasi yang pelik. Ketika Bond terjebak di tengah rawa dan hampir tenggelam, mudah saja baginya untuk bangkit, arloji di tangannya ternyata mampu menembakkan tali kawat ke pohon, kemudian secara otomatis menarik dirinya ke daratan. Kenapa senjata itu ada? Kenapa ceritanya harus ada adegan terjebak di rawa?

Pada beberapa adegan, senjata Bond memang terlihat wajar dan umum dimiliki oleh seorang agen, namun pada adegan-adegsn tertentu, malah senjata yang seharusnya hanya berperan sebagai pelengkap belaka, berubah fungsi menjadi benda yang memiliki otoritas membuat jalur cerita sendiri. Dalam Casino Royal, chip mini yang hanya seukuran satu butir beras, tak akan bisa memberikan pesona kecanggihannya bila Bond menjalani hidup tanpa menemui masalah sedikitpun. Tetapi, bagaimananpun chip mini itu harus mampu membuat penonton berdecak kagum, maka dari itu, si antagonis yang cerdik, terpaksa harus menanggalkan idealisme kecerdikannya dengan menyerang Bond menggunakan cara paling tak berwibawa, yaitu meracuninya. Terlalu pintas untuk musuh sekelas antagonis Bond.

Dengan sekaratnya Bond, maka keajaiban mandraguna chip tersebut bisa dimainkan, entah apa logikanya, Chip tersebut menjadi benda ajaib yang bisa menghubungkan dia dengn M, bos utamanya. Bahkan berkomunikasi lagsung dengan markas, hingga mengidentifikasi gejala tubuh Bond.

Kita menonton film tentu untuk mngikuti alur ceritanya, namun emosi dan intelektual kita, kadang juga dipaksa ikut bermain dengan racikan adegan menegangkan, menyedihkan, dan lain sebagainya. Bond pun demikian, kita yang hanya ingin mengikuti kisahnya, juga dituntut untuk menganalogikan senjata-senjata mutakhirnya. Senjata-senjata aneh itu di benak kita hanya ada dalam mimpi saja, namun sang sutradara punya konsep stop dreaming start action sehingga semua menjadi relevan di mata penonton.

Posisi sama dengan senjata Bond juga dialami oleh partner wanitanya, atau lebih dikenal dengan “gadis bond”. Kedudukan mereka hanya difungsikan sebagai pelengkap untuk membumbui nilai tambah belaka. Karena itu, sengaja Vesper Lynd ( Eva Green ) sang gadis Bond dalam Casino Royal, terpaksa harus mati di film tersebut.

Dengan matinya Vesper, di Quantum of Solace film terbaru Bond, Daniel Craig bisa menggandeng wanita lain. Kali ini dua wanita sekaligus yang berada disampingnya yaitu Olga Kurylenko dan Gemma Arterton.
Apa motif pembunuhan Vesper? Tentu karena adegan baku hantam dengan musuh, bila kita lihat melalaui ceriatanya. Tapi coba tanya Barbara Broccoli dan Michael Wilson sang produser, jelas bukan itu jawabannya. Karena merekalah sang pembunuh Vesper sebenarnya, mereka mengiginkan Vesper mati dalam film Casino Royal, sehigga memiliki alasan untuk melahirkan gadis Bond lain.
Para penggemar yang tadinya sudah ngeh dengan Vesper, kembali diberi “PR” untuk mengira-ira sang gadis Bond baru itu. Apakah pendamping Bond kali ini sama dengan Vesper? lebih cantik atau lebih jelek? Kenal dengan Bond di mana? Apa karakter yang ada padanya?

Mestinya Bond harus merasa tersindir dengan trylogi film Bourne, film agen yang diperankan oleh Matt Damon itu justru bertolak belakang dengan Bond. Dalam tiga film Bourne, yaitu Bourne The Bourne Identity,
The Bourne Supremacy dan The Bourne Ultimatum Matt Damon tak diidentikkan dengan senjata canggih, dia juga teramat dingin dengan wanita..
Namu justru di situ daya tariknya. Tanpa senjata canggih dan wanita seksi, Bourne mampu menjadi film yang memikat. Semsetinya Bond bisa bercermin dengan Bourne.

Gadis Bond lain, lebih dari satu pula, menjadi magnet para penontonnya.

Lutfi Syarifudin

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2009 in Film

 

Tags: , , , , ,

Sinetron, Atas Nama Rating


Manfaat judul sinetron adalah sebagai pintu yang bisa menghubungkan pemirsa dengan isi ceritanya. Di era tahun 90-an judul sinetron mempu menjadi deskripsi apa yang hendak dikisahkan sinetron tersebut. Sebut saja judul sinetron seperti Istri Untuk Suamiku, Janjiku, Saat Memberi Saat Menerima, Air Mata Ibu,.dan sebagainya. Dengan membaca judulnya saja kita sudah dapat mengira-ira isis ceritanya. Karena pada era saat itu, para sineas sinetron masih memiliki keseriusan dalam menggarap karya mereka.

Apalagi bila kita semakin jauh membandingkan dengan sinetron yang lebih kuno lagi, di era tahun 80-an, di kanal TVRI, kita kerap disuguhakn  dengan sinteron-sinetron melaayu kolosal yang bila kita lihat penggarapannya, benar-benar maksimal untuk bisa dinikmati .

Keseriusan begitu bisa dirasakan dengan melihat pakaian adat yang dikenakan para pemain. Logat serta dioalognyapun begitu asli, bahkan tim sineasnya mau merombak properti dari rumah hingga jalan yang mulannya aspal menjadi jalan berupa tanah. Hal itu demi bisa mampu mendesrkripsikan gambaran tahun saat cerita tersebut berlangsung.Bayangkan betapa rumitnya membangun suasana kampung era Siti Nurbaya di tahun 80-an yang sudah modern!

Seiring berjalannya waktu, ternyata peerkambangann sinetron tidak berbanding lurus dengan kualitasnya. Idealisme sang sutradara kerap terkalahkan oleh kerakusan sang produser yang membuat sinetron menjadi sebuah industri yang mengahsilkan royalti sangat besar. Demi memenuhi pesanan tayangan di televisi, produser terlalu memaksakan ketersediaan produksi sinetron tiap episode dengan asal-asalan.

Motivasi produser yang hanya memburu uang saja, bisa diindikasikan dengan banyaknya kemunculan sinetron yang menjadikan nama tokoh utama sebagai judul sinetron tersebut. Tujuan itu tak lain hanya untuk menyelamatkan rating dari judul yang sudah membawa cerita. Bila produser benar-benar ingin membuat karya berkualitas, mestinya jagan cuma berangan saja, tapi harus stop dreaming start action.

Maksud judul yang sudah membawa cerita adalah judul-judul yang mewakili narasi ceritanya, seperti judul sinetron era 80-an. Bisa ambil contoh judul sinteron Saat Memberi Saat Menerima, yang tentu saja dari judul tersebut sudah sedikit mampu berkisah tentang kisah pemberian dan penerimaan. Dengan judul itu pula, ending pada cerita tersebut sudah pasti disiapkan.

Kita bandingakan dengan sinetron Cahaya, judul yang samasekali tidak membawa pesan cerita apa-apa itu, tentu dimaksudkan sebagai pelarian sang produser untuk menghindari ending yang harus terencana. Dengan judul “cahaya”  yang mana kita tidak tahu maksudnya apa, si produser bisa dengan seenaknya menglur-ulur ending selama rating sinetron tersebut masih tinggi, sehingga royaltinya terus mengalir.

Saat ini begitu banyak bermunculan produser yang juga terjangkit syndrom materialistis seperti yang ngetren saat ini. Mereka mengesampingkan mutu, kualuitas ,serta pesan yang diabawa dan beralih dengan mengejar royalti belaka dengan terus saja memprtahankan masa tayang selagi rating belum turun.

Mira.W, seorang dokter yang dari buah imajinasinya mampu melahirkan novel-novel berkualitas, yang pada tahun 90-an mampu diangkat ke dalam script sinetron,
Saat ini terpakasa harus tersingkir. bukan karena mutu yang kurang, namun karena tidak sesuai dengan keinginan produser.

Sekarang, banyak produser yang lebih mempercayakan penggarapan ceria dan scenario kepada script writer yang memilki produktifitas tinggi walau tak diimbangi dengan kualitas tinggi pula. Serena Luna menjadi contoh  script writer langganan Production House (PH) Sinemart. Dalam penggarapannya, Serena Luna terlalu memaksa menghadirkan cerita dalam sinetron Candy.  Candy sebagai tokoh prontagonis, selalu saja dipertemukan dengan banyak tokoh yang munncul tiba-tiba tanpa ada kaitannya dengan cerita asal hanya demi melangsungkan episode yang harus berjalan. Karena saking digenjotnya reputasi Candy sebagai gadis baik, malah memberi efek pencitraan bahwa dia merupakan manusia idiot yang tak memiliki sisi yang hitam.

Dalam kasus ini, siapa yang dsalahkan? Produser bukanlah tersangka utama.
Justru kita dapati para pemirsa, terlebih ibu-ibu yang malah bisa dijadikan kambing hitamnya. Sebab menjamurnya sinetron-sinetron kuliatas rendah terebut, disebabkan karena masih setianya pemirsa yang menonton sinetron tersebut. Dengan tidak berkurangnya jumlah penontonnya, maka rating sinetronpun tidak akan pernah turun.
Dengan begitu, para produser tentu tidak akan merampungkan cerita sinetronnya, meski jumlah episode sudah sedemikian banyak.

Lutfi Syarifudin

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2009 in Layar Televisi

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.