RSS

Membangunkan Raksasa Dalam Diri Kita

11 Dec

Semua orang memiliki raksasa dalam diri masing-masing dengan kekuatan super besar. Kemana maunya raksasa ini tergantung dari keseriusan kita menyeting dari awal. Kita perlu dengan sengaja mengendalikan raksasa ini ke dalam target pencapian yang kita inginkan.

Bila tidak kita kendalikan, kita akan ikut terbawa kemana raksasa itu mengendalikan hidup kita dan kita pun hanya bias pasrah ke mana raksasa itu melangkah. Raksasa yang saya maksud adalah pola tindakan yang tercipta dari alam bawah sadar yang selalu kita lakukan dengan otomatis. Alam bawah sadar begitu mendominasi hampir 80% tindakan kita sehari-hari. Dan masing-masing orang berbeda-beda pola bawah sadarnya.

Arnold shwacanager memiliki tubuh yang atletis karena dalam membangun pondasi otot-ototnya dia tidak lagi berlatih dengan susah payah. Kunci dia memiliki otot yang terbentuk sempurna justru karena dia ditarik oleh raksasa dalam tubuhnya untuk selalu berolah raga. Dan dia tidak bisa menolak paksaan si raksasa tersebut. Bandingkan ini, sebagian orang menganggap push up 30 X sudah sangat berat. Sedangkan Raksasa dalam tubuh Arnold memaksa dia push up 50 X lebih per hari hingga tangannya terasa sakit. Selama tangannya belum sakit, dia tak bisa berhenti. Dia sudah bisa mengubah asosiasi kesengsaraan dalam latihan, menjadi asisiasi kenikmatan untuk menjalankannya. Apakah ini terlihat aneh? Tidak.

Saya contohkan lagi, seorang murid berprestasi yang punya target menang olimpiade sains, tentu mereka gemar melahap berbagai soal latihan tiap harinya. Bila 1 hari saja dia tak mengasah otaknya dengan soal-soal pelajaran, dia akan merasa ada yang kurang. Maka dia sudah bisa menempatkan latihan soal sebagai bentuk kenikmatan, diamana sebagian orang menganggap hal itu adalah kesengsaraan yang tidak enak untuk dinikmati.

saya dapat pelajaran penting dari ustadz saya, yaitu Drs. Muflih Wahyanto, beliau pernah menanamkan mindset raksasa ini dalam pikiran saya. Beliau mencontohkan, bila seseorang gemar sholat tahajud rutin, maka kebiasaan yang sudah menjadi pola aktivitasnya ini akan sangat sulit dihentikan, benar-benar sulit. Luar Biasa!..dimana sebagian orang mati-matian untuk bisa menjalankan sholat tahajud, namun sebagian orang ada yang kesulitan menghentikan aktivitas sholat tahajud rutinnya. Itulah kekuatan kebiasaan yang dibangun dengan kesengajaan. Maka, kebiasaan inilah yang nantinya akan menjadi raksasa dalam diri kita yang akan mengendalikan aktivitas kita tanpa bisa kita cegah.

Bahkan kata Ust. Muflih Wahyanto, “orang yang sudah sampai ke level ini, maka bila 1 kali saja dia gak menjalankan sholat tahajud, maka rasanya seperti orang yang sakau!..” . saya mendapat pelajaran ini dari Ust. Muflih sudah jauh bertahun-tahun lalu, dan masih membekas di otak saya. Beliau menanamkan mindset ini pada suatu siang di bulan Juli, 2003 hari kamis jam 15.00-an. Tepatnya aku lupa jam berapa, tanggalnya juga aku lupa jam berapa.

Satu lagi mindset yang ditanamnkan ust.Muflih Wahyanto dalam pola saya berfikir, yaitu pada bulan Mei th 2004 jam 16.00. Beliau mengajarkan pada kami, tentang cirri-ciri seseorang sebagai “ar-rijal” yang sejati. Beliau berkata, salah satu ciri seseorang merupakan Rijal yang sejati adalah, dia sangat-sangat tidak mudah untuk mengampil rukhsoh atau keringanan walau dia sudah pantas mendaptakannya. Ini dia pelajaran dari Ust. Muflih yang masih terpakai dan benar-benar aplikatif. Dari perkataan suatu sore tersebut, sampai sekarang kalimat itu sangat membuat saya untuk salalu bersikap survive dalam kondisi yang super parah.

Saya teringat ketika satu fase dalam hidup saya mengalami keterpurukan. Saat itu bisnis yang saya bangun mengalami kebangkrutan total, dan saya terjerat hutang yang teramat besar. Saya mengalami frustasi yang parah. Dikejar-kejar collector, bahkan diancam berurusan dengan hukum. Saat itu saya gak doyan makan, bahkan tempe goreng yang masuk ke mulut saya, gak bisa lagi saya rasakan sebagai tempe. Saya gak ngrasakan rasa apa-apa. Otak entah kemana bekerjanya. Saat itu saya teringat apa kata ust Muflih, Rijal itu gak mungkin nyerah, Rijal itu harus survive dalam kondisi terparah apapun.

Sekarang dalam kondisi yang berada di zona yang sudah “pecah telur” ini, menjadi kenangan indah untuk bisa mengingat saat-saat terpuruk ketika itu. Rasanya, ini pengalaman hidup yang elegan, gak semua orang bisa ngrasain sensasi frustasi seperti saat itu. Dan…tentu ada hikmah besar di balik semua ini. Dimana, dalam sandungan-sandungan yang selalu muncul di tiap tahap hidup saya. Saya begitu enjoy, dan begitu tenangnya. Bahkan mengasosiasiakan kesulitan-kesulitan ini merupakan tantangan yang sangat asik untuk dinikmati. Subhanallah.

Saya ingat juga ucapan Ust. Taufiq Hartono di Masjid ar-rohmah Kranggan, Temanggung. Beliau berkata, nikmat paling indah yang kita dapati di dunia ini adalah ketika kita diberi allah dengan sebuah cobaan. Subhanallah, bahkan cobaan bisa dibilang nikmat. Tentu saja, hanya orang-orang yang pasrah dan ridho terhadap ketetap Allah, maka dialah yang bisa merasakan sensasi menikmati cobaan dalam hidupnya.

Advertisement
 

About padahal

Saya seorang netpreneur dan penulis lepas. Saat ini sedang mengembangkan riset tentang konsep Blue Ocean on Branding, memodifikasi ilmu dari guru-guru besarku di antaranya : Mr.Tung Desem Waringin, Anne Ahira, James Gwee, dll.
1 Comment

Posted by on December 11, 2011 in Assalaam Temanggung

 

Tags: , ,

One Response to Membangunkan Raksasa Dalam Diri Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.