RSS

Category Archives: Lutfi Sableng

Trik Download di 4.shared Dengen Kecepatan Premium Account

Ok, untuk artikel kali ini saya akan bagi-bagi trik andalan saya untuk mendownload di 4.shared.com dengan kecepatan tinggi secepat user premium. Anda tinggal mencopy script dari saya untuk di edit di address bar. Script ini bekerja pada software downloader manapun. (Saya menguji menggunakan Internet  Download Manager).

langsung saja, Pertama Anda tinggal buka www.4.shared.com . Misal Anda ingin mendownload lagu, maka search dulu lagu yang Anda inginkan, setelah Anda dapatkan, klik judul lagu tersebut dan biarkan timernya berjalan mundur hingga angka nol (biasanya 20 detik).

Setelah itu klik kanan di tulisan “download file now” klik “copy link location”.

Klik kanan pada tulisan "download file now" dan klik "copy link location"

Anda akan mendapatkan  direct link download yang disediakan oleh 4.shared kemudian pastekan ke address bar.

Contoh Direct link download seperti ini:
http://dc170.4*shared.com/download/8…_VIVA-LAVIDA_-_COLD_PLAY.mp3?tsid=20 100 624-122610-2533ea2f
ganti code berwana merah dengan code ini:

dsid=JRIYJBIPJEILIJHWJSJFIIJAIPIOJHKVHXIDHMJIIVIZJFIMIUIQIRITIEJRIDHZHYIBGAJHIZINKRIX

maka jadinya akan seperti ini:
http://dc170.4*shared.com/download/8…_VIVA_LAVIDA__COLD_PLAY.mp3? dsid= JRI YJBI PJEILIJHWJSJFIIJAIPIOJHKVHXIDHMJIIVIZJFI MIUIQIRITIEJRIDHZH YIBGAJ HI ZINKRIX

Setelah Anda ganti codenya, klik enter dan file tersebut bisa didownload dengan kecepatan premium account.

Dan ini hasilnya:

Coba Bandingkan Hasilnya!

Selamat mencoba!

Anda masih bisa mendapatkan informasi menarik (rahasia) lagi tentang trik ngenet. Kali ini trik mendapatkan Macbook Aple GRATIS dari Lockerz.com dikirim langsung ke rumah Anda via FEDEX. Hanya dengan mengumplkan point PTZ.

lebih jelasnya kunjungi info ini:

Lockerz.info

Salam Hangat

Lutfi Syarifudin

 
3 Comments

Posted by on June 25, 2010 in Lutfi Sableng

 

Tags: ,

Kak Lutfi Jangan Macarin Kak Vanessa!…

Kami belum juga saling bicara, kecuali satu kata dariku; “minum?..”
Kemudian beberapa menit kami masih terdiam, kubiarkan pandanganku lepas begitu saja menyapu lalu lalang manusia belanja. Sedang Ega masih saja menyerutup soft drink yang tadi kuatawarkan sambil sesekali mengipas-ngipas leher karena kegerahan.

Manusia-manusia sophahollic yang berseliweran sudah tak menarik lagi kulihat. Mataku berhenti di raut Ega yang berkeringat. Poninya sedikit acak dan basah lembab, bahkan menjadi semakin indah menghiasi dahi langsat bersih tanpa jerawat itu.

“Ga sekarang sudah sore,  Kenapa kakak tiba-tiba di suruh nunggu kamu di sini? Dah pamit ke ortu belum? Kamu gak lagi ada masalah kan ?”

Ega cuma senyum, mengapa kalimat-kalimat dari mulutnya sekarang terkesan begitu mahal? tak seperti Ega Ayunda yang kukenal, cerewet, hiperaktif, tomboy, banyak polah, mirip bola bekel. Tapi sore ini dia sedikit mahal, diamnya terasa anggun, dengan senyum yang bikin aku mlongo.

ditanya gak njawab, malah senyum

Aku sodorkan laptop yang sudah dari tadi kupakai hotspotan salagi menanti dia datang, Kebiasaan Ega, walau cerewet, tapi kalau mau curhat pribadi, dia lebih suka menyampaikan secara tersirat. Kadang ijin mau main lillo, tapi ternyata dia menulis berlembar-lemabr curahan hati yang akhirnya membuatku tersenyum. Bersyukur memiliki bidadari Ega yang Tomboy tapi banyak malu.

Tapi kali ini, dia geleng kepala, Poninya mengibas. Tetap saja Ega Anggun sore ini.

“Kak, tau gak sih….”

Nyeeeer…kalimat Ega keluar, kubenar-benar menanti dia membuka suara, 10 menit Ega jadi pendiam bagiku adalah kehilangan yang amat sangat. Terlanjur dijadikan aku temapt curahan hati, tempat saling ejek dan mbanyol. Selalu tak ada yang beku diantara kami. Maka diamnya Ega, aku pikir inilah bencana.

“Kak, tau gak sih, Bi asih pacaran sama bang Mud, tukang ojek komplek rumahku.”

Aku cuma mematung konyol, merasa aneh, cuma diam sekian detik dan akhirnya, seperti biasa, aku cuma tersenyum kosong, tak ada makna. Atau bahkan terlalu mencampur antara berbagai kebingungan dan heran. Mendapati bidadari aneh yang gak bisa kuprotes akan tingkahnya, sulit dibikin dewasa.

“Jadi…Ega nyuruh kakak nunggu kamu di sini cuma buat denger kabar kalo bi Asih pacaran sama tukang ojek?”
“kak Lutfi marah?..”

aduh..makhluk imut di depanku ini mempecundangi aku. Selanjutnya, apalagi kalau gak berakhir dengan senyum kosongku. Aku jewer pelan hidungnya. Aah dia mulai kesakitan, mana urus kutakpeduli.
Ega menambat tanganku keras ke meja, keras sekali, otot tomboynya mengobati penantianku yang menunggu sosok Ega utuh dari tadi.

“iiih…kak Lufi gimana sih, sakit taoook?…”
Dia manyun, bete, cemberut….Ini dia, cemberut Ega yang mempesona, entah mengapa aku mendamba momen kecemberutannya melebihi momen seseorang menunggu gerhana bulan/matahari datang. Momen kecemberutan Ega lebih indah.

Pipinya Chubby, itu yang kutuntut dia untuk dipertahankan, dia hapal betul pesanku tiap habis telepon, supaya jangan kebanyakan diet, “kakak gak suka Ega kurus, ntar Ega kalo jarang makan Pipi Ega gak Chubby lagi..”

Aku spontan jadi ingat, Ega belum kupersilahkan makan, dia bukan tipe gadis tomboy udik yang polahnya pecicilan. Selagi belum ditawari, dia gak akan pernah minta.

“Ega belum makan kan?…”
Dia mengangguk. Kusodorkan Chicken nuget, kentang goreng dan cap cay pedas yang dari tadi sudah ada di atas meja. Aku suka melihat Ega makan kepedesan, aku suka dia berkeringat. Seperti tiap kulihat dia main futsal dengan Hendry di samping rumahnya.

“kak Lutfi jangan macarin kak Vanessa ya!, dia tu lebay, sok seksi, sok cantik, aku gak suka ma dia.”
“Kok Ega bisa nyangka kalo kakak mo macarin Vanessa?”
“Yee kak Hendry yang cerita kalo kemarin kak Venessa megang tangan kak Lutfi waktu di JITEC minggu lalu.”

Aku cuma tersenyum, melihat pesan keseriusan di mimik wajahnya, sambil kepedesan pula. Anggun dia.
Kuacak-acak rambutnya gemas.

“Iiih…lagi ngomong serius juga, kakak mah gitu sekarang. jahat banget sih?.”
“Lho jahat kenapa sayang?”
“Sejak kakak kenal sama Kak Vanessa, kakak berubah…masa kita ketemuan di sini aja harus ngobrolin yang penting-penting. Kakak kan dah janji mo slalau ada buat aku, mo slalu ngelindungi aku. Kakak kalo lagi jatuh cinta sama kak Vanessa gak asik lagi deh.. “

Aah…dasar Hendri, apa-apa tentang aku diomongin ke Ega, jadi miscominucation gini deh.

“Ga…kakak gak bakal macarain kak Vanessa kok, dia kan panitia di JITEC kemaren, dia yang masangin gelang buat tiket masuk ke seluruh peserta. Hendri juga dipegang tangannya pas mo dipasaning gelang sama Kak Vanessa.”

“Iya deh aku percaya, tapi janji ya, kak Lutfi gak boleh macarin kak Vanessa!..”
“Oke bozz!..”
“Sama kak Anika juga!”
“Iya..”
“kak Nane, Kak Rani, kak Shinta…pokoknya smua deh!…”
“Lho koq semua dilarang?…”
“Bodo…pokoknya kalo Kak lutfi pacaran, tampangnya berubah jadi mirip setan!”
“Ok kakak njomblo deh, tapi….”
“Tapi apa?…”
“kakak mo njomblo asal Ega ngabisin makanan kakak, deal?..”
“yeee punya kakak kan masih utuh, Ega dah kenyang kak, gak mau ah…habisin ndiri dunk…”
“yaudah kalo Ega gak mau nambah makan, kakak sekarang mo nelpon kak Vanessa trus nggombalin dia.”
“eh..eh..jangan-jangan, sini aku makan semua…”

Capcay pedes, kentang goreng dan nugetku diraihnya, tak luput HPku juga diembat. dia benar-benar butuh mengamankannya.

Senja semakin memerah saga. Ega kewalahan tapi tuntas menghabiskan makanan di atas meja, demi janjiku untuk tidak dekat dengan Vanessa. Tak sedetikpu aku melewatkan memandangi bidadari tomboy yang anggun ini.

“Dah kak, habis semua makanannya, kakak juga pegang janji kakak ya!.
“Ya udah Ega pulang sekarang, dah mo mahrib ni, ntar di marahin sama om dan tante lagi…”
“Ya enggak bakal deh aku dimarai..”
“Koq enggak?”
“Kan ntar kak Lutfi yang nganter aku pulang, wek!..”
“hah?..”
“Ega ke sini diantar pak Amir kan?”
“Pak Amir dah tak suruh balik ke rumah, aku pulangnya diantar kak Lutfi aja, kan papa percaya banget sama kakak, jadi aku gak bakal kena marah..hehe”

Ya ampun, ni anak, beda banget sama Hendry. Sambil pasang muka sinetron lagi…

“Yaudah kakak anter kamu pulang, tapi bersihin dulu pipi kamu yang belepotan itu.”
“Ni…”

Ega malah nyodorkan tissu ke aku

“Lho…koq?..”
“Iya…kakak dunk yang mbersihin pipiku!…”

lagi-lagi aku cuma pasarh, ngelap pipi langsat yang chubby, sampe kembali bening sperti semula, wajah indah tanpa jerawat.

“Ga, setau kakak, Hendry gak pernah ngajarin kamu manja kaya gini, malah dia yang bikin kamu jadi tomboy, ngajakin kamu mainan futsal segala.”
“iih..kakak ni…sekarang jadi sering protes deh, ni pasti gara-gara deket sama kak Vanessa, uuh dasar!.’
“Gak lah…kakak kan dah janji ma Ega, kakak gak mo deket sama Vanessa. Yaudah kakak antar pulang sekarang!.”

Tiba-tiba Ega bangkit ndorong dadaku sampai aku jatuh ke kursi, dengan tenaga tomboynya. Dia lari ke kasir. Kutinggal dia turun ke lantai 2.
Lalu…Dengan tergopoh-gopoh,Ega nyusul aku sambil mencak-mencak.

“Koq gak bilang sih kalo udah dibayarin semua, kan kalo makan bayarnya belakangan, kalo bayar duluan mana boleh, lagian tadi kan aku smua yang ngabisin makanan, mestinya aku yang bayar, koq kak Lutfi dah bayar duluan, Curang!”

“Ini bukan kak Vanessa lho yang ngajari,haha..”
Ega jalan lebih cepet, sambil nggandeng tanganku, bahkan aku setengah berlari ngikuti langkahnya. aku suka momen seperti ini.  Sambil cemberut pula.

Cemberut tomboy yang anggun.

tengs, dah baca sampe akhir, cerita ini masih ada sambungannya…

mau terima ato gak, postingan ini dapat sponsor affiliasi lho:
Produk Cepat Saji

 
11 Comments

Posted by on September 24, 2009 in Cerita Fiksi, Lutfi Sableng

 

Agenda Kebanting-Banting

Merancang Masa Depan

Merancang Masa Depan

Kawan-kawan pembaca setia dan penongkrong setia blog ini.

Adek-adek yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik seperti Cindy Sistyarani…. Maaf kakak dah lama gak mosting tulisan di sini. ( Tapi nulis di luar blog jalan terus lah..) Ni gara-garanya Kakak super sibuk, ceritanya puanjaaang banget dek,..dimulai dari tanggal 3 Mei kemaren:

3 hari Ahad : Sejak abiz suboh kakak dah totototo nyiapkan perjalanan ke Semarang buat ngisi training Jurnalistik.  Sampe Terboyo diboncengin Vinda ke Suara Merdeka.  DI TKP Acara berjalan cukup meriah. Selese hampir Sore, dan kakak  sampe Temanggung lagi malem hari.  Trus langsung tewas dweh…

4 hari senen : Abiz subuh lagi kakak diminta ke Grabag mboncengin ustadz Isa buat silaturahim ke ustadz Jauhari.  Jam 9 kakak pulang ke  kedu, trus di telpon untuk ke Bank Mandiri. ngurus acem-macem yang intinya kakak nambah ngutang lagi sebesar  5   Juta rupiah.

Trus lanjut pergi ke BCA ngurus tiketnya pak Dwi,  Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on May 14, 2009 in Lutfi Sableng, Marketing & Bisnis

 

Tags: , , , , , ,

Semoga Pak SBY Gak Baca Postingan Ini ( Bag 1 )

diambil dari blog ninit istri bawel

diambil dari blog ninit istri bawel

Ni pengakuan jiwa nasioanlismeku yang gak sehat.Namanya juga JIWA, ada sakit jiwa ada rumah sakit jiwa pula. Termasuk jiwa yang berkaitan dengan nasionalisme, kadang ada penyakitnya juga.

Dan semoga Pak SBY gak baca postingan ini, gawat kalo mpe dia tau. Mungkin dia bakal kejang-kejang mengetahui ada salah satu anak bangsa yang sablengnya kelewatan.

Ni critanya waktu peralihan tanggal 16 ke 17 Agustus 2005.  ( Soalnya itu kejadian midnit bgt, aku gak inget apakah tu masih jam 23.55 malem ato dah jam 24.05 pagi ) . Waktu itu aku lagi jaga malem sama Fajar, teman 1 kelas, 1 asrama yang akrab sama aku secara nggak sengaja dari dulu hingga sepanjang masa.

Kita waktu itu tinggal di Asrama MA. Assalaam Temanggung. Namanya juga asrama, isinya ada ratusan anak yang mukim di sana dan perlu dijaga keamanannya. Tiap malem ada 6 santri yang dapet tugas jaga asrama dan dijadwal secara giliran.

Aku, Fajar dan 4 orang santri2 yang masih junior ( aku gak inget nama-namanya ) kebagian jaga malem tanggal 16 Agustus. ( tiap kelompok jaga kebagian 1 malem dalam 1 bulan ).

Asrama yang kita jaga persis sebelahan sama lapangan Kecamatan Kranggan, Temanggung , yang besok paginya dipake buat upacara kemerdekaan. Lapangan itu lumayan sedikit spektakuler untuk kelas kecamatan.

Dihadiri tamu penting para tokoh-tokoh masyarakat, perangkat desa, pejabat lokal, karang taruna, ibu-ibu pkk , para tukang es cendol, cilot, siomay dan pedagang balon pun turut ( ngais rejeki maksudnya ).

Ditarik mundur 8 jam ke belakang, tengah malam yang indah, aku & fajar yang njaga ain malam ( padahal malam gak ada ynag bakal nyuri ), kita BT bgt, semaleman melek gak da hiburan. Trus harap dimaklumi dan diwajari, daripada kita mati perlahan-lahan gara-gara tersiksa dengan suasana kayak gini, aq dan fajar jalan-jalan ke lapangan samping liat lokasi yang 8 jam kedepan akan dihadiri tokoh-tokoh pejabat lokal.

Tiba di tiang bendera, kita khidmat mengagumi sebuah tiang tinggi menjulang karya anak bangsa. Besok pagi tiang ini akan melukis satu coretan lagi catatan sejarah perdaban manusia. Dan kalo sampai sejarah itu tercoreng dengan tidak lancarnya acara gara-gara maslah teknis, ini sungguh memalukan.

Entah kenapa  aku dan Fajar  tiba-tiba sepakat ngetes kualiatas tiang bendera karya anak bangsa ini, jangan-jangan ada yang kurang beres. Kita cek sana-sini, kita sentuh, kita raba, kita tatap lama-lama dan yang terakhir yaitu kunci dari pengibaran bendera besok adalah:

APAKAH TALINYA BERFUNGSI DENGAN BAIK?

Tanpa bermaksud merendahkan karya anak bangsa itu, kami cuma mau ngecek aja, so kita ambil daun pisang kering kita ikat di tali tiang bendera, dan kita cek, apakah tali itu berfungsi normal ato gak. Kita tarik hingga menjulang tinggi. Berkibarlah daun pisang itu. Kita kunci tali dengan simpul yang rapi.

Hmmm..gak ada masalah,
dan entah kenapa aku kok tiba-tiba ingat beberapa anak yang minta dibangunin untuk Sholat tahajud, aku langsung mluncur ke asrama, dan fajarpun mbuntut dengan kondisi tiang bendera daun pisang masih berkibar di puncak.

Habis subuh, kita para tim jaga malam dapat dispensasi gak ikut upacara kemerdekaan di lapangan sebelah, karena semalem jaga. kita diperbolehkan istirahat mpe agak siang.

Ahaai,.. yang kita mau kayak gini, males bgt ikut upacar gituan, berdiri berjam-jam, disuguhi tampilan Marching Band dengan musik SETAN, mayoret yang SOK SEKSI. uedaan maksiat begitu tersaji dengan pengaturan dari Event Organizer cukup elit dan rapi.

Ini yang bikin Indonesia kena tsunami, yang bikin Pondok gak berkah…

Bodo amat, mendingan tidur,

DAN,…habis subuh kita tidur, kebablasen mpe jam 9.
DAN,..Oh my God.
lapangan samping asrama dah penuh bejubel orang dan bejabat lokal hingga tukang siomay dll.

MAMPUUUSS!!aku dan fajar lupa nurunin bendera daun pisang yang berkibar tinggi menjulang.
Ada KAPOlSEK, CAMAT, PERANGKAT DESA, PARA KEPSEK, USTADZ-USTADZ, KETUA KARANG TARUNA, OSIS-OSIS,IBU-IBU PKk BESERTA PARA ANGGOTANYA, GURU-GURU SD-SMP-SMA- PARA TUKANG JUALAN DLL.

SEMOGA PAK SBY GAK BACA POSTINGAN INI, KALO MPE BACA TRUS DIA NGOMEN GAK BAKAL TAK APROOVE.
PALING DIA NGOMEN CUMA BUAT BLOG WALKING DAN CARI PUBLIKASI.

NO!!,..kampanye di sini tarifnya mahal boz!!

kisah ini masih berlanjut di kesemrawutan lain saat upacara berlangsung.
dan kita para tim jaga malam kena UNDER SIEGE yang bikin trauma semurur idup.( Eh seumur jagung aja ding!! )

Lutfi Syarifudin

Artikel terkait:

Jessica Alba van Java ( Assalaam temanggung deh..)

Forum Nongkrong cah Asalaam

 
8 Comments

Posted by on March 1, 2009 in Lutfi Sableng

 

Tags: , , , , , ,

Makian dan Hujatan yang Rindu Dinikmati


Ni kisah dari friensterku –>http://profiles.friendster.com/cemanikiyut

emang dah lama aku gak ngurus Friendster , males dan gak pernah nyempatin.
sampai ada satu cewek yang bikin aku rajin nengok FS. namanya Veronica.
dia nge add aku, trus ngasih satu komen penghinaan cukup keren:

“Loe Miskin!!,..”

Upss,..Baru kali ini aku dihina sama cewek sakit yang gak genep.
Vero gak pernah kasih  kalimat lain, selain menghujatku, hampir tiap hari.

Dariku juga tak ada kalimat-kalimat lain selain membalas hujatannya dengan makian gak karuan.

“Dasar Luna Maya Loe!!,
Parkir mobil aja gak pernah bener”

dia membalas.

” loe tu gak pantes temenan sama GW,
Loe miskin, sedangkan gw kaya, kita gak selevel!”

Hinaan edan yang makin lama aku benar-baner menikmatinya.
Aku seakan dipertemukan Vero dengan keadaan saling membutuhkan.

yaitu membutuhkan pelampiasan untuk memuaskan kebutuhan primitf jiwa mamalia kita.

Yaitu menghujat tanpa ada zona batasan-batasan tertentu yang mengatur kami.
Aku sebelumnya tak kenal Vero, dan kusimpulkan dia, saat ini sebagai socialita gak beres yg
ortunya broken. sementar hanya itu yang kusimpulkan.

Aku tak menolong dia dengan memberi kasih sayang.

Justru aku menolong dia dengan terus memakinya
.
kuyakin dia puas dan merasa segar dengan makian dariku.

Pertama aku dan dia tak saling mengenal.

aku hannya tau di email friendster yg bilang kalo ada cewek bernama Vero yg nge et FSku.

aku apruf dia, dan nyapa sekedarnya.

entah Jin apa yg nyambet. Vero malah mencak-mencak.

“GW ogah jadi temen loe!,..
Loe Miskin,..!”

Ahaa,..dia menyambutku seperti itu,

“keren!,..sudah jelas dia yg ndaftar ke aq, tapi dia pura-pura ilfeel.

aku cek di FSnya, ternyata dia memang benar-benar gak genep.

sama william temannya dia dengan terang-terangan ngemis cinta.

“Wil pacarin gw donk!”

“Ogah gw dah ada yg punya!”

“Gak bisa dunk, sudah jelas-jelas gw nie lebih cantik dari Jessica!”


“Ogah!”

“Gw kan cantik melebihi siapapun, daripada Jesica, lebih cantikan gw, daripada elsa juga, dan Hilga, temennya Elsa”

“Ver Loe gak usah mbandingin adek GW, adek GW tu cantik, lebih jauuuh cantik drpda loe!”

“Plis Wil, pacari gw, GW BAYAR DEH!!!”

( GUBRAAAK!..Kereeen Abbiiiz!,.. )

kembali di FSq dia ngomen,

“Pokoknya seumpama loe mo minta maap ke gw , gak akan pernah gw maafin.
loe pikir gw takut ma loe!”

APLOUS!!,

aku bener-bener terpesona dengan makian vero yg entah apa maunya, dan kenapa memaki-maki aku yang gak kenal.

kecuali dia hanya mengharap perhatian, dan hanya butuh dibalas makiannya.

di FSnya lagi aku balas dia,

” Kurang ajar loe, lama-lama Gw traktir loe makan sate,
trus gw beliin loe susu kedele, biar tau rasa loe!!.”

aah,..entah mengapa nafsu primitif manusia yang punya naluri hewani untuk berbuat seperti binatang, butuh disalurkan.

Dan Vero tempat pelampiasan yang baik. Dia tak menagih apa-apa dariku. Atau mungkin dia ANUGERAH,..??
Bahkan menyapa akupun dia belum pernah. Dia hanya mau mengasihi aku dengan hujatan indahnya.
Aku merindukan makian yang datang di komen FSq dari cewek socialita gak genep dan broken itu.

beberpa hari ini dia absen memakiku. mungkin karena dia sudah beranjak waras.
dan aku tak berani menentukan pilihan, menikmati terus hujatannya, atau membiarkan dia sembuh dan hidup dalam kondisi normal,…

**Foto diambil dari Arsipnya Shivers

 
4 Comments

Posted by on February 21, 2009 in Aku lagi Ngomongin Kamu, Lutfi Sableng

 

Tags: , , , ,

Markas Baru

Mulai sekarang, teman-teman bisa menemuiku di wordpress

Acounntku di blog lain sengaja tak pending karena masing-masing tiap blog punya fungsi dan kegunaan yang beda-beda.

Na di account wordpress yang ini, http://padahal.wordpress.com , teman-teman bisa nongkrong di sini ngapa aja…

Tengs,

Lutfi Syarifudin

 
Leave a comment

Posted by on January 19, 2009 in Lutfi Sableng

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.