RSS

Tawarkan sex gratis sebagai penebus dosa

Edaan, ini bukti kegoblogannya orang pinter yang gak dapet hidayah. ini true story tentang cewek nakal asal jepang 24 th yang mana dia bener2 ahli sejarah.

Buktinya dia sampai tau betul kalau jaman dahulu tentara jepang pas nginvasi china, mereka banyak yang memperlakukan gadis2 china sebagai budak sex. dan faktanya juga ada. itu yang membuktikan kalo dia emang pinter sejarah.

Na, masalahnya dia gak dapet Hidayah. jadinya dia merasa bersalah. Makanya, perempuan yang meraih gelar kesarjanaan di bidang sejarah China Jepang itu pun menawarkan hubungan seksual gratis dirinya dengan mahasiswa China yang tengah belajar sejarah tersebut di Jepang. “Aku mau mengobati luka sejarah China dengan tubuhku,” katanya.

dia punya dalih yang elegant dan pinter, yaitu :

“Ini kompensasi simbolis untuk mereka,”

kali pertama saya mendapat berita ini di kaskus, ada yang nyeletuk ngomen gini:

“tu cewek, otak sama toketnya gedean toketnya kali ya?..”

trus komen selanjutnya bilang gini:

“hey,..yang dijajah jepang gak cuma china, tpIndonesia juga, nenek-nenek kami dulu pernah dijadikan geisha sm tentara amerika, nebus dosanya nyampe sini juga dong…”

itu kometar sebagian kaskuser di salah satu tread forum.

ok, utk nama orangnya gak tak publis didini, biar gak di searching di google..

 
Leave a comment

Posted by on May 6, 2013 in Tausiyah online

 

Membangunkan Raksasa Dalam Diri Kita

Semua orang memiliki raksasa dalam diri masing-masing dengan kekuatan super besar. Kemana maunya raksasa ini tergantung dari keseriusan kita menyeting dari awal. Kita perlu dengan sengaja mengendalikan raksasa ini ke dalam target pencapian yang kita inginkan.

Bila tidak kita kendalikan, kita akan ikut terbawa kemana raksasa itu mengendalikan hidup kita dan kita pun hanya bias pasrah ke mana raksasa itu melangkah. Raksasa yang saya maksud adalah pola tindakan yang tercipta dari alam bawah sadar yang selalu kita lakukan dengan otomatis. Alam bawah sadar begitu mendominasi hampir 80% tindakan kita sehari-hari. Dan masing-masing orang berbeda-beda pola bawah sadarnya.

Arnold shwacanager memiliki tubuh yang atletis karena dalam membangun pondasi otot-ototnya dia tidak lagi berlatih dengan susah payah. Kunci dia memiliki otot yang terbentuk sempurna justru karena dia ditarik oleh raksasa dalam tubuhnya untuk selalu berolah raga. Dan dia tidak bisa menolak paksaan si raksasa tersebut. Bandingkan ini, sebagian orang menganggap push up 30 X sudah sangat berat. Sedangkan Raksasa dalam tubuh Arnold memaksa dia push up 50 X lebih per hari hingga tangannya terasa sakit. Selama tangannya belum sakit, dia tak bisa berhenti. Dia sudah bisa mengubah asosiasi kesengsaraan dalam latihan, menjadi asisiasi kenikmatan untuk menjalankannya. Apakah ini terlihat aneh? Tidak.

Saya contohkan lagi, seorang murid berprestasi yang punya target menang olimpiade sains, tentu mereka gemar melahap berbagai soal latihan tiap harinya. Bila 1 hari saja dia tak mengasah otaknya dengan soal-soal pelajaran, dia akan merasa ada yang kurang. Maka dia sudah bisa menempatkan latihan soal sebagai bentuk kenikmatan, diamana sebagian orang menganggap hal itu adalah kesengsaraan yang tidak enak untuk dinikmati.

saya dapat pelajaran penting dari ustadz saya, yaitu Drs. Muflih Wahyanto, beliau pernah menanamkan mindset raksasa ini dalam pikiran saya. Beliau mencontohkan, bila seseorang gemar sholat tahajud rutin, maka kebiasaan yang sudah menjadi pola aktivitasnya ini akan sangat sulit dihentikan, benar-benar sulit. Luar Biasa!..dimana sebagian orang mati-matian untuk bisa menjalankan sholat tahajud, namun sebagian orang ada yang kesulitan menghentikan aktivitas sholat tahajud rutinnya. Itulah kekuatan kebiasaan yang dibangun dengan kesengajaan. Maka, kebiasaan inilah yang nantinya akan menjadi raksasa dalam diri kita yang akan mengendalikan aktivitas kita tanpa bisa kita cegah.

Bahkan kata Ust. Muflih Wahyanto, “orang yang sudah sampai ke level ini, maka bila 1 kali saja dia gak menjalankan sholat tahajud, maka rasanya seperti orang yang sakau!..” . saya mendapat pelajaran ini dari Ust. Muflih sudah jauh bertahun-tahun lalu, dan masih membekas di otak saya. Beliau menanamkan mindset ini pada suatu siang di bulan Juli, 2003 hari kamis jam 15.00-an. Tepatnya aku lupa jam berapa, tanggalnya juga aku lupa jam berapa.

Satu lagi mindset yang ditanamnkan ust.Muflih Wahyanto dalam pola saya berfikir, yaitu pada bulan Mei th 2004 jam 16.00. Beliau mengajarkan pada kami, tentang cirri-ciri seseorang sebagai “ar-rijal” yang sejati. Beliau berkata, salah satu ciri seseorang merupakan Rijal yang sejati adalah, dia sangat-sangat tidak mudah untuk mengampil rukhsoh atau keringanan walau dia sudah pantas mendaptakannya. Ini dia pelajaran dari Ust. Muflih yang masih terpakai dan benar-benar aplikatif. Dari perkataan suatu sore tersebut, sampai sekarang kalimat itu sangat membuat saya untuk salalu bersikap survive dalam kondisi yang super parah.

Saya teringat ketika satu fase dalam hidup saya mengalami keterpurukan. Saat itu bisnis yang saya bangun mengalami kebangkrutan total, dan saya terjerat hutang yang teramat besar. Saya mengalami frustasi yang parah. Dikejar-kejar collector, bahkan diancam berurusan dengan hukum. Saat itu saya gak doyan makan, bahkan tempe goreng yang masuk ke mulut saya, gak bisa lagi saya rasakan sebagai tempe. Saya gak ngrasakan rasa apa-apa. Otak entah kemana bekerjanya. Saat itu saya teringat apa kata ust Muflih, Rijal itu gak mungkin nyerah, Rijal itu harus survive dalam kondisi terparah apapun.

Sekarang dalam kondisi yang berada di zona yang sudah “pecah telur” ini, menjadi kenangan indah untuk bisa mengingat saat-saat terpuruk ketika itu. Rasanya, ini pengalaman hidup yang elegan, gak semua orang bisa ngrasain sensasi frustasi seperti saat itu. Dan…tentu ada hikmah besar di balik semua ini. Dimana, dalam sandungan-sandungan yang selalu muncul di tiap tahap hidup saya. Saya begitu enjoy, dan begitu tenangnya. Bahkan mengasosiasiakan kesulitan-kesulitan ini merupakan tantangan yang sangat asik untuk dinikmati. Subhanallah.

Saya ingat juga ucapan Ust. Taufiq Hartono di Masjid ar-rohmah Kranggan, Temanggung. Beliau berkata, nikmat paling indah yang kita dapati di dunia ini adalah ketika kita diberi allah dengan sebuah cobaan. Subhanallah, bahkan cobaan bisa dibilang nikmat. Tentu saja, hanya orang-orang yang pasrah dan ridho terhadap ketetap Allah, maka dialah yang bisa merasakan sensasi menikmati cobaan dalam hidupnya.

 
1 Comment

Posted by on December 11, 2011 in Motivasi

 

Tags: , ,

Temanggung Tempo Doeloe

Temanggung tempo doeloe …. Saya dapat foto-foto ini dari sebuah komen di blog ini juga di salah satu postingan saya tentang Temanggung.

Entah komen dari siapa, saya kur5ang tahu. Komennya tidak ngomongin tentang temanggung, tapi langsung ngasih link download di zidde yang udah comprosed dalam bentuk rar.

Foto temanggung tersebut akhirnya saya download

Jadi, saat itu saya hanya download 1 file. Ternyata setelah saya extract, hasilnya dalam 1 folder ada banyak foto-foto Temanggung tempo doeloe saat jaman Belanda.

Saya menyangkanya banyak teman-teman semua menemukan blog saya ini melalui mbah Google .. hehe (pede banget)

ini dia foto-fot jadulnya.. keren banget Gan!

berburu babi di deket kedu temanggung

berburu babi di deket kedu temanggung

Keterangan:

Berburu babi hutan di kampung Gondangan dekat Kedu Temanggung tahun pembuatan 1901

bis-parakan

bis-parakan Temanggung

Keterangan :

Bus Parakan – Wonosobo, foto ini di kledung, sepertinya warga pribumi masih sedikit yang menaikinya

Tahun dibuat 12 Oktober 1923

jembatan temanggung

jembatan temanggung

 Keterangan :

Jembatan di Temanggung

tahun dibuat 1929

kolam renang

kolam renang

Keterangan:

Rumah asisten Louis Henry Eduard Schoonheyt di Temanggung di bawahnya terdapat kolam renang

Tahun dibuat Agustus 1924

lokomotif

kereta api ini berada di atas kali progo Temanggung pada tahun 1910

Keterangan:

Locomotief op een spoorbrug over de Kali Progo bij Temanggoeng in de lijn van Setjang naar Parakan ( kereta api ini berada di atas kali progo Temanggung pada tahun 1910)

jembatan progo temanggung jaman sekarang

orang eropa

orang eropa lagi di temanggung

Keterangan:

 Orang Eropa di Kledung
Tahun di buat 12 Oktober 1923

sindoro temanggung

di gunung Sindoro temanggung

Keterangan:

foto ini di atas Gunung Soendoro Temanggung
Tahun di buat Juli 1922

sumbing Temanggung

ini di gunung Sumbing Temanggung

Keterangan :
Pengambilan poto ini diatas Gunung Sumbing

Tahun di buat Juli 1921

rumah lois

rumah lois

Keterangan :
Judul Rumah Asisten Louis Henry Eduard Schoonheyt di Temanggoeng
mungkin kadang temanggung punya info dimana lokasi foto ini sekarang
Tahun di buat 1919

kali kuas temanggung

kali kuas temanggung

Keterangan:

Judul Jembatan di Temanggoeng
Tahun di buat 1929

kawah sumbing temanggung

kawah sumbing temanggung

Keterangan :
Pengambilan poto ini diatas Gunung Sumbing
Tahun di buat Juli 1921

suasana sekolah temanggung

suasana sekolah temanggung

Keterangan:

Judul Murid, Sekolahan, Guru, Temanggung
Tahun Pembuatan 1910
sumber Netherlands Institute

tani tembakau temanggung

tani tembakau temanggung

jalan parakan - temanggung

jalan parakan - temanggung

Keterangan :

Judul Gambar : Weg van Parakan-Temangoeng
Tahun Dibuat : 1884

Menggambarkan Pemandangan jalan TemanggungParakan pada jaman dulu.

 
6 Comments

Posted by on June 7, 2011 in Temanggung

 

Tags: , ,

Pesan Kejeniusan Oleh Para 3 Idiots

Mendengar segala hal tentang India, biasanya saya langsung ilfeel. Kecuali setelah disadarkan oleh film “SlmdogMailionare”. Sekarang, saya kembali disihir oleh film super cerdas berjudul “3 Idiots.”

Ini film Bollywood tentang kisah ketololan 3 pemuda India yang menyampaikan pesan kejeniusan di dalamnya.

Uniknya, “3 Idiots” yang banyak menggugat sistem pendidikan ini disampaikan dengan sindiran-sindiran jenaka yang kita sebagai penonton akhirnya sukses tertawa untuk menertawai kesemrawutan pendidikan konvensional yang selama ini kita temui. Ya kita akhirnya dipaksa untuk menertawai dunia kita secara sengaja.saya jadi Teringat saat belajar di Assalaam Temanggung dan dibimbing oleh ust Mufilh Wahyanto

“3 Idiots” memang mengisahkan 3 pemuda yang dianggap idiot yaitu : Farhan, Rancho dan Raju. Namun pada substansi film tersebut, nyatanya semua tokoh yang berperan, menyampaikan pesan masing-masing.

Rancho si jenius yang masuk dalam kasta 3 idiots dengan sikap tersirat berusaha merobohkan sistem pendidikan yang menurut dia diibaratkan seperti mesin yang dipaksa bekerja keras menghafal materi pelajaran.

Sedangkan di pihak seberang ada Chatur si mahasiswa teladan memaksimalkan diri menempuh kesuksesan dengan memburu prestasi di kampusnya. Di film ini digambarkan jelas tentang persaingan otak kanan (Rancho) melawan otak kiri (Chatur).

Farhan dan Raju dengan latar belakang keluarga masing-masing juga urun pesan disini. Yaitu pesan tentang ayah Farhan yang kekeuh mendambakan anaknya menjadi insinyur mesin, padahal Farhan sama sekali tidak menyukai mesin, yang dia suka adalah fotografi alam liar.

Keinginan ayah Farhan sangat beralasan, dia pikir menjadi insinyur mesin bisa sukses dan memiliki mobil mewah kemudian bahagia. Namun jauh di lubuk hati farhan kebahagian baginya ada manakala dia bisa menyalurkan hobynya.

Disinilah banyak kita temui scene mengharukan ketika Farhan dan sang ayah saling mencoba meyakinkan pendapatnya dengan kalimat-kalimat “nendang”.

Sedangkan Raju yang aslinya menyukai mesin tapi tak pernah mendapat prestasi baik di kampusnya. Maka Rancho menganalisa dengan klaimnya terhadap Raju yang terlalu penakut, menggantungkan pilihannya kepada jalan yang ditentukan dewa. Dia digambarkan sebagai ahli ibadah yang lebay, saking alimnya, jalan hidupnya tak realistis. Dia banyak mengenakan cincin untuk perlindungan keluarganya. Namun karena sikap itu, dia jadi ketergantungan terhada dewa dan takut merubah jalan hidupnya.

Kisah cinta antara Suhal dan Pia (anak Mr Virus, rektor kampus 3 idiots) juga menjadi bagian dai pesan moral film ini. Bahwa cinta yang sebenarnya tak bisa dinilai dengan pemberian barang mewah. Seperti yang sering dideskripsikan tentag tokoh suhal yang di film ini dijuluki “Si label harga”.

Kemudian sikap diktaktor Mr Virus yang memaksa anak-anaknya, murid-muridnya untuk tunduk dalam sistem yang dia bangun. Tokoh Mr Virus tak kalah memberikan efek “o iya..ya” kepada kita para penonton untuk menyadari keburukan sistem otak kiri di dunia kampus dan keluarga.

Di film ini walau Farhan diposisikan sebagai narator yang mengisahkan pengalaman belajarnya di kampus dulu, namun yang menjadi tokoh sentralnya adalah Rancho. Si baba perubah mindset semua orang-orang di sekelilingnya. Film ini bagaikan film “sang Pemimpi” (SP) di mana Lukman Sardi (Ikal Dewasa) menceritakan Arai yang menjadi sahabat tercintanya saat remaja dulu.

Namun tak seperti SP, yang kita diberi banyak ruang unduk menye-menye mengaru biru, terlebih didukung scorring musik olahan Titi Sjuman dan Wong Aksan yang begitu menyentuh. Di 3I, banyak adegan mengharukan namun tetap saja dibalut dengan aneka kekonyolan. Seperti penyadaran sosok jenius Ranchu si baba penyelamat yang nyatanya tak sempurna. Dia banyak memberi motivasi dan merubah pola pikir orang lain, namun dia sendiri takut menyatakan cintanya kepada Pia.

Tak ada adegan renungan dengan aluanan  musik yang melankolis di scene ini, yang kita dapati malah ceng-cengan hinaan dari Raju dan Farhan sambil menertawai habis-habisan. “Kau menyuruhku untuk tak takut menghadapi wawancara, tapi kau sendiri takut mengungkapkan cinta kepada Pia. Kalo kamu bisa mumbuktikan keberanianmu itu, maka aku janji, aku tak akan takut menghadapi apapun.” Itu kata Raju.

Sedangkan Farhan bertaruh akan berani bicara kepada ayahnya untuk beralih menjadi fotografer, bila Rancho mampu mengungkapkan cintanya pada Pia.

Maka disinilah lagi-lagi kita temui kembali pesan moral tentang cinta pada film Idiot, juga disajikan dengan kalimat tak sendu namun konyol:

“22 menit yg kulewati berasamamu di motormu, itu 22 menit yg terbaik dalam hidupku.aku rela habiskuan hidupku di motor itu.”

Dalam satu Film ini kita akan temui beragam pesan moral, diantaranya:

-Sistem pendidikan –> Ada di scene saat Rancho diminta mengajar di depan kelas oleh Mr.Virus

-Ilmu pengetahuan –> Kita diingatkan bahwa air asin adalah menghantar listik terbaik (termasuk air kencing hehe)

Juga ketika Rancho berhasil menyalurkan sumber dari aki ke komputer saat persalinan kakak Pia.

-Hakikat cinta –> Simak upaya Rancho merebut Pia dari Suhal!

-Hubungan ortu dan anak –> Kita bisa pahami tentang kesalahan mendidik anak oleh ayah Farhan yg egois, ayah Pia yang diktaktor dan ayah Ranchadas Chanchad yang terobsesi butuh gelar untuk anaknya untuk tetap jadi keluarga terpandang.

-Persahabatan –> Ketika Rancho menyelamatkan ayah Raju,

-Pengorbanan –> Ketika Rancho mencuri soal ujian untuk Raju

-Pembajakan ilegal –> Apakah Anda pikir Farhan sedang menjawab pertanyaan dari Pia ketika dia bingung mengapa ada Chatur yang terbekap di mobil? Farhan menjawab: “Cerita  ini rumit untuk dijelaskan, bahkan tak ada subtitlenya.”

Saya baru menyadari, saat itu Farhan sedang berpesan kepada pembajak film ilegal, yang habis download langsung cari subtitle terjemahan film tersebut. Apalagi kualitas terjemahan subtitle yang gak karuan, maka menikmati film ini menjadi cerita rumituntukdijelaskan.

Bukan  begitu?

 
Leave a comment

Posted by on September 24, 2010 in Film

 

Tags: , ,

Boleh Gak Ega Nangis?…

Aku bosan, Ega muak. Bukan saatnya lagi buat aku memposisikan dia sebagai anak yang terlalu belia untuk dimanja. Ega muak dengan kehidupannya yang tak pernah dianggap bisa dewasa. Dengan detail aku menangkap sinyal kejenuhan itu. Maka bukanlah sesuatu yang nekat bila malam ini aku dan Ega cuma berdua gardu Wonotirto di kaki gunung Sumbing.

Ini malam minggu, larangan keras bagi Ega untuk keluar rumah. Dan Hendry yang menjadikan malam ini malam nekat. Cerita simpel sengaja disiapkan untuk ortu mereka ( Hendry dan Ega ). Sedikit klise: yaitu sore hari Hendry  jemput Ega dari bimbel tapi pulangnya agak malem karena sekalian nganter aku nyervis Javelin. Itu kronologi yang disajikan buat ortu mereka.

Kenyataannya Hendry “nyerahin” Ega ke aku biar dia bisa mampir ke Megaplex dan pulang agak malem dan ngambil Ega dariku lagi kemudian pulang membawa Ega dengan selamat. Dia gak mbiarin Ega pulang duluan biar gak ketahuan kalo dia ngloyor ke Megaplex. Di siniah aku dimanfaatin Hendry.

Dan aku? Malah mulus banget balas dendam manfaatin situasi buat nongkrong malem mingguan sama Ega. Ini special, tadinya mana mungkin Ega bisa keluar malam mingguan gini?, dan terlalu special karena ini malam minggu paling sepi di dunia. Kami cuma berdua di gardu Wonotirto lereng gunung yang cukup tinggi bahkan jauh dari aliran listrik di sekitar kami.

Kenapa kami di sana? Jawabannya bukan karena nekat, itu karena aku tak mungkin membawa Ega ke tongkrongan ramai khas malam mingguan anak muda. Itulah kenapa ortunya melarang dia malming diluar rumah.

Di tempat ini, kira-kira 800M lebih tinggi dari pemukiman penduduk lereng gunung Sumbing. Tak ada lampu listrik kecuali beberapa di sepanjang jalan yang kami lewati. Di sekililing kami ladang jagung dan tak jauh di atas kami hutan pinus yang tak terlalu lebat.

Ega tahu maksud suasana ini, dia paham kalau di dataran tinggi ini, dan jauh dari penerangan listrik akan membawanya ke panorama langit yang Indah.

Tempat ini jarang dijangkau oleh banyak orang kecuali penduduk sekitar, dan saat ini, tempat ini cuma milik Ega. Dia tak mau berkedip sebelum memergoki sebuah meteor masuk ke bumi. Milyaran bintang dengan rasi yang begitu mempesonanya tak tergambarkan dengan kata-kata.

Ega hilang dibawa suasana lain yang belum pernah dia lihat.

“kak..boleh gak?”

“Boleh apa sayang?”

“Boleh gak Ega nangis?”

“Nangis untuk apa?”

Ega menggeleng…akupun tak menuntut dia menjawab, karena dulu ketia pertama kali aku ada di sini, akupun ingin nangis.

“Boleh kak?”

“Tentu boleh, kenapa enggak?”

“Tapi Ega nangisnya dipelukan kak Lutfi, boleh?”

Tanpa menunggu aku menjawab dia sudah bersandar dipelukanku sambil menangis memandangi bintang-bintang terindah yang belum pernah kami lihat. Aku belai rambut Ega yang kental, dan kuusap air matanya. Pipinya halusnya lembab, kalau bukan karena gelapnya malam itu, pasti terlihat kesenduan yang memerah dari pipi beningnya.

Ega menahan tanganku.

“Kenapa mesti diusap air mataku kak? Biarin aja mengalir..Ega pengin ngeluarin semua yang selama ini selalu dihalangi untuk keluar.”

Yang aku rasa, malam ini Ega sangat beda, bahkan dia bukan Ega, dia tak memanja dan sikapnya dewasa. Kata-katanya tak judes. Dan kali ini dia tak menyinggung Vanes. Cewek yang bikin dia jeales. Nama itu sensitif buat Ega. Malam ini, tak ada bayangan ruh Vanes yang mengganggu Ega. Nampaknya dia sudah memenagi hatinya sendiri. Secara dewasa dia sudah menganggap memilikiku utuh.

Dia tak lagi mengurus yang tak perlu, dia tak terbesit untuk memikirkan Vanes yang selalu dia tuduh sebagai cewek caper yang merebutku darinya.

“Selain air mata, apalagi yang selama ini terhalangi untuk keluar?”

“Isi hati Ega..tolong biarin dia keluar, Ega gak bisa nyegah kak”

Ega semakin mendekatkan dadanya di pelukanku, air matanya mengalir kencang, nafasnya mendesah sesenggukan. Dadaku basah, pelukanku semakin erat, kubiarkan air mata dan isi hatinya mengalir didadaku.

Aku dan Vanes pernah sepakat, menangis itu sehat. Maka dari itu aku tak pernah melarang dia untuk menangis. Dan kali ini Ega, aku yakin setelah tangisnya reda, dia akan kembali lahir menjadi bidadari anggun kembali. Dan, menangis membutuhkan energi, untuk itu, aku sudah sangat siap bila beberapa menit ini Ega terlelpa pulas di dadaku.

Aku berjanji tak mau kehilangan bidadari indah yang ada dipelukanku ini. Walau ditukar dengan Vanes sekalipun.

Aku tahu Ega tak sepenuhnya terlelap.

“Cantik, coba deh lihat ke atas!”

CLAAAP!!!..sebeuah meteor kecil masuk menembus atmosfir dan meninggalkan goresan kecil.

Ega menangkap kilatan itu.

“Indah banget ya kak..”

“ Ega gak kalah indah dari langit itu.”

“iih..kak Lutfi ni..Ega ntar nangis lagi lho!..”

 
3 Comments

Posted by on March 24, 2010 in Cerita Fiksi

 

Tags: , , , , ,

Ngobrol sama Zombie, Mau?

Sudah 1 jam lewat Ella cerita ke Mia tentag Tiwi teman baru di kelasnya. Di tengah “jalan” tiba-tiba Mia nyela:

“Kakak Tiwi yang kata kamu mirip Bambang Pamungkas tu siapa namanya yak?”

“Aduh Mia, kakak Tiwi kembarannya BP tu namanya Mas Adit,..Adit,.Adit.. kan dah berkali-kali tak jelasin, masa lupa mulu?“
“O iya namanya Adit, sorry!”
“Mia,.aku dari tadi ngobrol ma kamu koq nggak nyambung-nyambung sih? Hayo dari tadi mesti kamu gak dengerin aku ngomong! Pasti pikiranmu kemana-mana iya kan? Iiih jahat banget sih kamu!”

“Enggak kok La, aku denger semua ceritamu dari awal sampe akhir. Suer berani dikutuk jadi langsing kalo aku mpe boong.”
“Kalo kamu denger semua ceritaku, sekarang tak tanya,
Kemeren Tiwi kerumahku  mo pinjem apaan coba?”
“Buku fisika kan?”
“Bukaan!!
Dia ke sini mo pinjem komik “Kambing Jantan”!
Iih tu kan bener, kamu tu dari tadi ngalamun aja pas aku cerita,
Nyebelin banget sih kamu!”

Hayo..hayo..hayo..ngaku! kalian pada pernah ngalami kasus kayak Ella dan Mia pas lagi ngobrol bareng temen kan? Walau lawan bicara kita jarang nyadar kalo kita nggak fokus ndengerin, tapi kadang pikiran kita emang sering tamasya sendiri pada saat yang nggak tepat. Misalnya pas ada orang curhat ke kita, ato ketika kita sedang mendengar guru ngajar ( ya iyalah masa guru nguli? ). Kondisi kayak gini mirip zombie, alais mayat hidup kan?

Ada dua faktor yang bikin suatu komunikasi itu nggak berjalan dengan baik. Yaitu faktor intern dan Ekstern. penyebab intern yang datang dari diri sendiri timbul ketika seseorang nggak siap jadi pendengar. Orang mengalami kondisi kayak gini biasanya disebabkan oleh banyak pikiran, bad mood dan gangguan kesehatan.

Zaid pernah ngalami kejadian kayak gini di mini market tempat dia kerja. Awalnya dia cuma iseng ngalamar kerjaan di situ, hanya buat ngisi waktu kalo-kalo dia nggak jadi dapet beasiswa di perguruan tinggi favoritnya. Dari lamaran iseng itu, gak nyangka gayung bersambut. Dia beneran keterima kerjaan di situ sebagai kasir mini market walau sepenuh hati dia gak begitu siap.

Gara-gara beasiswa yang dia buru nggak jadi dia dapet, di minggu-minggu awal dia mulai kerja, banyak sekali kesalahan yang dia bikin karena gak konsen kerja. Kejadian suatu ketika ada ibu-ibu beli susu formula dengan harga 30 ribuan. Pas ibu itu kasih uang 50 ribu, Zaid malah kasih kembalian selembar uang 100 ribu. Berabe deh urusannya.
Tapi itu dulu, Zaid paham apa yang jadi masalahnya, yaitu ketika fisiknya kerja, pikirannya kadang gak ikutan kerja. Dia masih aja kepikiran beasiswa yang melayang itu.
Ketika dia mampu menyingkirkan dan membunuh pikiran yang mengganggu, kerjaannya jadi lancar-lancar aja. Dia bisa mengkomunikasikan sirkulasi keuangan dengan para konsumen.

Kita sebagai orang yang butuh ngobrol lawan seorang teman kudu bijak dan paham kapan saat tepat untuk bercengkrama. Kalo temen kita gi kurang enak badan ato banyak pikiran, jangan dipaksa buat jadi temen curhat kita.

Faktor kedua yang bikin komunikasi nggak berjalan dengan baik ada dari sebab ekstern, yaitu si ketika kita dah siap dengar, orang yang bicara nggak pandai menyampaikan perihal yang dia bicarakan dengan baik.

Yang sering kejadian ada di sekolah-sekolah formal. Murid rajin yang siap belajarpun, jadi nggak nyambung gara-gara yang ngajar nggak pandai ngajar.
Kalaupun si guru emang mumpuni terhadap mata pelajaran yang dia pegang, belum tentu dia bisa mentransfer ilmu dengan sempurna ke anak didiknya.
Dan  nyatanya emang banyak guru yang gak pandai berkomunikasi secara verbal bahkan malah grogi sama murid sendiri. Tapi kok ya mereka nekat cari gaji sebagai guru? Inilah Indonesia.

Kalau Bisa Dipermudah, jangan dipersulit

Banyak istilah-istilah yang sebenarnya gak dibutuhkan oleh lawan bicara kita. Sani yang kerja di loket pembayaran listrik online, pernah dikomplain sama nenek-nenek gara-gara komputer yang dia pakai nggak bisa nyetak rekening si nenek. Masalahnya ada pada gangguan data online yang nggak bisa masuk komputer karena sinyalnya putus-putus.

Untuk kasus seperti ini jelas bukan Sani yang jadi penyebab rekening gagal cetak, tentu karena koneksi internet yang nggak lancar, kemudian bikin data rekening nenek nggak muncul di komputernya.
Si nenek mana mudeng dengan problem internet, yang dia paham, kenapa Sani gak nyetak rekeningnya. Sani dah sabar kasih penjelasan tapi sayang, dia ngutarakan dengan penempatan yang salah. Kepada si nenek dia bilang gini:

“Nek, pembayaran rekening listrik ini kan online, jadi semua data nggak bisa keluar kalo koneksi internetnya trouble. Modem yang kita pakai di komputer emang kualitasnya bagus, tapi dasar providernya aja yang bandwicnya payah”.

Mana urus, yang jelas si nenek nyengka Sani kerja nggak bener dan ngecewain pelanggan.

Istilah-istilah bahasa planet kayak gitu yang nggak dibutuhin orang yang nggak ngerti, nggak usah dikeluarin kalo emang nyusahin kita untuk klarifikasi.

Hari ini Sani nggak lagi dikomplain setelah dia bisa kasih penjeasn dengan amat simpel. Ketika problem seperti tadi terulang.
Dia cuma kasih penjelasn singkat seperti ini:

“Maaf pak, rekening Bapak sedang gak bisa dicetak karena datanya nggak bisa masuk ke komputer. Soalnya kantor kami pake sistem internet yang ngandalkan sinyal. Ya mirip kayak HP lah, kalo sinyalnya jelek, sms gak terkirim kan?. Sama kayak data di komputer ini. Silahkan tunggu 10 menti lagi, ntar kalo sinyalnya bagus, data Bapak akan masuk komputer dan bisa dicetak”.
Si babak mudeng-mudeng aja.

Kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan orang dalam dalam berkomunikasi adalah memotong pembicaran lawan bicaranya. Siapapun nggak akan merasa nyaman dan dihargai bila pembicaraannya dipotong tiba-tiba.

Kita akan disegani bila kita bisa menjadi pendengar yang baik, apalagi dengan memainkan ekspresi wajah dengan penempatan yang benar. Misalnya memeasang mimik kaget, sedih, antusias ketika lawan bicara kita sedang membawa suasana kedalam keadaan tersebut.

Menjadi pendengar yang baik tak hanya sebatas dalam komunikasi verbal saja. Kita juga dituntut peka mendengar dengan bahasa hati. Contohnya mendengar keluhan saudara kita yang kena musibah. Anggota DPR kitalah yang semestinya paling wajib memeiliki kemampuan mendengar jenis ini.

Sebaliknya, ketika kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain, kita juga harus bisa menyampaikan dengan benar, jujur, apa adanya dan dengan istilah paling mudah dipahami pastinya.
(dimuat di Suara Merdeka )

**Sourch pict: Nadya.web.id

 
Leave a comment

Posted by on December 5, 2009 in Jurnalistik

 

Tags: , , , ,

Kak Lutfi Jangan Macarin Kak Vanessa!…

Kami belum juga saling bicara, kecuali satu kata dariku; “minum?..”
Kemudian beberapa menit kami masih terdiam, kubiarkan pandanganku lepas begitu saja menyapu lalu lalang manusia belanja. Sedang Ega masih saja menyerutup soft drink yang tadi kuatawarkan sambil sesekali mengipas-ngipas leher karena kegerahan.

Manusia-manusia sophahollic yang berseliweran sudah tak menarik lagi kulihat. Mataku berhenti di raut Ega yang berkeringat. Poninya sedikit acak dan basah lembab, bahkan menjadi semakin indah menghiasi dahi langsat bersih tanpa jerawat itu.

“Ga sekarang sudah sore,  Kenapa kakak tiba-tiba di suruh nunggu kamu di sini? Dah pamit ke ortu belum? Kamu gak lagi ada masalah kan ?”

Ega cuma senyum, mengapa kalimat-kalimat dari mulutnya sekarang terkesan begitu mahal? tak seperti Ega Ayunda yang kukenal, cerewet, hiperaktif, tomboy, banyak polah, mirip bola bekel. Tapi sore ini dia sedikit mahal, diamnya terasa anggun, dengan senyum yang bikin aku mlongo.

Ega ditanya gak njawab, malah senyum

Ega ditanya gak njawab, malah senyum

Aku sodorkan laptop yang sudah dari tadi kupakai hotspotan salagi menanti dia datang, Kebiasaan Ega, walau cerewet, tapi kalau mau curhat pribadi, dia lebih suka menyampaikan secara tersirat. Kadang ijin mau main lillo, tapi ternyata dia menulis berlembar-lemabr curahan hati yang akhirnya membuatku tersenyum. Bersyukur memiliki bidadari Ega yang Tomboy tapi banyak malu.

Tapi kali ini, dia geleng kepala, Poninya mengibas. Tetap saja Ega Anggun sore ini.

“Kak, tau gak sih….”

Nyeeeer…kalimat Ega keluar, kubenar-benar menanti dia membuka suara, 10 menit Ega jadi pendiam bagiku adalah kehilangan yang amat sangat. Terlanjur dijadikan aku temapt curahan hati, tempat saling ejek dan mbanyol. Selalu tak ada yang beku diantara kami. Maka diamnya Ega, aku pikir inilah bencana.

“Kak, tau gak sih, Bi asih pacaran sama bang Mud, tukang ojek komplek rumahku.”

Aku cuma mematung konyol, merasa aneh, cuma diam sekian detik dan akhirnya, seperti biasa, aku cuma tersenyum kosong, tak ada makna. Atau bahkan terlalu mencampur antara berbagai kebingungan dan heran. Mendapati bidadari aneh yang gak bisa kuprotes akan tingkahnya, sulit dibikin dewasa.

“Jadi…Ega nyuruh kakak nunggu kamu di sini cuma buat denger kabar kalo bi Asih pacaran sama tukang ojek?”
“kak Lutfi marah?..”

aduh..makhluk imut di depanku ini mempecundangi aku. Selanjutnya, apalagi kalau gak berakhir dengan senyum kosongku. Aku jewer pelan hidungnya. Aah dia mulai kesakitan, mana urus kutakpeduli.
Ega menambat tanganku keras ke meja, keras sekali, otot tomboynya mengobati penantianku yang menunggu sosok Ega utuh dari tadi.

“iiih…kak Lufi gimana sih, sakit taoook?…”
Dia manyun, bete, cemberut….Ini dia, cemberut Ega yang mempesona, entah mengapa aku mendamba momen kecemberutannya melebihi momen seseorang menunggu gerhana bulan/matahari datang. Momen kecemberutan Ega lebih indah.

Pipinya Chubby, itu yang kutuntut dia untuk dipertahankan, dia hapal betul pesanku tiap habis telepon, supaya jangan kebanyakan diet, “kakak gak suka Ega kurus, ntar Ega kalo jarang makan Pipi Ega gak Chubby lagi..”

Aku spontan jadi ingat, Ega belum kupersilahkan makan, dia bukan tipe gadis tomboy udik yang polahnya pecicilan. Selagi belum ditawari, dia gak akan pernah minta.

“Ega belum makan kan?…”
Dia mengangguk. Kusodorkan Chicken nuget, kentang goreng dan cap cay pedas yang dari tadi sudah ada di atas meja. Aku suka melihat Ega makan kepedesan, aku suka dia berkeringat. Seperti tiap kulihat dia main futsal dengan Hendry di samping rumahnya.

“kak Lutfi jangan macarin kak Vanessa ya!, dia tu lebay, sok seksi, sok cantik, aku gak suka ma dia.”
“Kok Ega bisa nyangka kalo kakak mo macarin Vanessa?”
“Yee kak Hendry yang cerita kalo kemarin kak Venessa megang tangan kak Lutfi waktu di JITEC minggu lalu.”

Aku cuma tersenyum, melihat pesan keseriusan di mimik wajahnya, sambil kepedesan pula. Anggun dia.
Kuacak-acak rambutnya gemas.

“Iiih…lagi ngomong serius juga, kakak mah gitu sekarang. jahat banget sih?.”
“Lho jahat kenapa sayang?”
“Sejak kakak kenal sama Kak Vanessa, kakak berubah…masa kita ketemuan di sini aja harus ngobrolin yang penting-penting. Kakak kan dah janji mo slalau ada buat aku, mo slalu ngelindungi aku. Kakak kalo lagi jatuh cinta sama kak Vanessa gak asik lagi deh.. ”

Aah…dasar Hendri, apa-apa tentang aku diomongin ke Ega, jadi miscominucation gini deh.

“Ga…kakak gak bakal macarain kak Vanessa kok, dia kan panitia di JITEC kemaren, dia yang masangin gelang buat tiket masuk ke seluruh peserta. Hendri juga dipegang tangannya pas mo dipasaning gelang sama Kak Vanessa.”

“Iya deh aku percaya, tapi janji ya, kak Lutfi gak boleh macarin kak Vanessa!..”
“Oke bozz!..”
“Sama kak Anika juga!”
“Iya..”
“kak Nane, Kak Rani, kak Shinta…pokoknya smua deh!…”
“Lho koq semua dilarang?…”
“Bodo…pokoknya kalo Kak lutfi pacaran, tampangnya berubah jadi mirip setan!”
“Ok kakak njomblo deh, tapi….”
“Tapi apa?…”
“kakak mo njomblo asal Ega ngabisin makanan kakak, deal?..”
“yeee punya kakak kan masih utuh, Ega dah kenyang kak, gak mau ah…habisin ndiri dunk…”
“yaudah kalo Ega gak mau nambah makan, kakak sekarang mo nelpon kak Vanessa trus nggombalin dia.”
“eh..eh..jangan-jangan, sini aku makan semua…”

Capcay pedes, kentang goreng dan nugetku diraihnya, tak luput HPku juga diembat. dia benar-benar butuh mengamankannya.

Senja semakin memerah saga. Ega kewalahan tapi tuntas menghabiskan makanan di atas meja, demi janjiku untuk tidak dekat dengan Vanessa. Tak sedetikpu aku melewatkan memandangi bidadari tomboy yang anggun ini.

“Dah kak, habis semua makanannya, kakak juga pegang janji kakak ya!.
“Ya udah Ega pulang sekarang, dah mo mahrib ni, ntar di marahin sama om dan tante lagi…”
“Ya enggak bakal deh aku dimarai..”
“Koq enggak?”
“Kan ntar kak Lutfi yang nganter aku pulang, wek!..”
“hah?..”
“Ega ke sini diantar pak Amir kan?”
“Pak Amir dah tak suruh balik ke rumah, aku pulangnya diantar kak Lutfi aja, kan papa percaya banget sama kakak, jadi aku gak bakal kena marah..hehe”

Ya ampun, ni anak, beda banget sama Hendry. Sambil pasang muka sinetron lagi…

“Yaudah kakak anter kamu pulang, tapi bersihin dulu pipi kamu yang belepotan itu.”
“Ni…”

Ega malah nyodorkan tissu ke aku

“Lho…koq?..”
“Iya…kakak dunk yang mbersihin pipiku!…”

lagi-lagi aku cuma pasarh, ngelap pipi langsat yang chubby, sampe kembali bening sperti semula, wajah indah tanpa jerawat.

“Ga, setau kakak, Hendry gak pernah ngajarin kamu manja kaya gini, malah dia yang bikin kamu jadi tomboy, ngajakin kamu mainan futsal segala.”
“iih..kakak ni…sekarang jadi sering protes deh, ni pasti gara-gara deket sama kak Vanessa, uuh dasar!.’
“Gak lah…kakak kan dah janji ma Ega, kakak gak mo deket sama Vanessa. Yaudah kakak antar pulang sekarang!.”

Tiba-tiba Ega bangkit ndorong dadaku sampai aku jatuh ke kursi, dengan tenaga tomboynya. Dia lari ke kasir. Kutinggal dia turun ke lantai 2.
Lalu…Dengan tergopoh-gopoh,Ega nyusul aku sambil mencak-mencak.

“Koq gak bilang sih kalo udah dibayarin semua, kan kalo makan bayarnya belakangan, kalo bayar duluan mana boleh, lagian tadi kan aku smua yang ngabisin makanan, mestinya aku yang bayar, koq kak Lutfi dah bayar duluan, Curang!”

“Ini bukan kak Vanessa lho yang ngajari,haha..”
Ega jalan lebih cepet, sambil nggandeng tanganku, bahkan aku setengah berlari ngikuti langkahnya. aku suka momen seperti ini.  Sambil cemberut pula.

Cemberut tomboy yang anggun.

tengs, dah baca sampe akhir, cerita ini masih ada sambungannya…

mau terima ato gak, postingan ini dapat sponsor affiliasi lho:
Produk Cepat Saji

 
11 Comments

Posted by on September 24, 2009 in Cerita Fiksi, Lutfi Sableng

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.